Corona di Bali

Tabanan Rasionalisasi Target Retribusi Pasar Menjadi Rp 3 Miliar

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan merasionalisasi target PAD dari Rp 6 miliar menjadi Rp 3 Miliar lebih

KONTAN/AHMAD FAUZIE
Ilustrasi. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan merasionalisasi target PAD dari Rp 6 miliar menjadi Rp 3 miliar lebih.

Target ini masih lebih kecil dibandingkan dengan target tahun 2019 lalu, yakni Rp 4,6 miliar.

Sebab, seluruh sektor termasuk target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar anjlok.

Meski demikian, Disperindag tetap optimis memenuhi target tersebut meskipun juga sejumlah potensi pendapatan berkurang jauh.

Potensi pendapatan retribusi yang anjlok seperti di Pasar Candikuning.

Pasar ini sudah mengalami mati suri sejak dibangunnya shortcut.

Selain itu, pembatasan jam operasional pasar karena pandemi tidak dilakukan pemungutan retribusi selama 1 bulan lebih.

Kemudian, pasca direvitalisasi, retribusi di Pasar Baturiti juga belum bisa dilakukan karena belum dihibahkan dari APBN.

"Targetnya tahun ini turun menjadi Rp 3 miliar lebih dari sebelumnya Rp 6 miliar," kata Kabid Perdagangan, Disperindag Tabanan, Ni Wayan Primayani, seizin Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tabanan I Gusti Nyoman Arya Wardana.

Primayani menjelaskan, penyebab turunnya target PAD karena melihat dari pendapatan retribusi pasar yang turun drastis karena pandemi Covid-19.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved