TPS Mengwi Badung Baru Mampu Kelola 20 Ton Sampah Perhari dari 130 Ton Sampah Yang Dihasilkan

TPS Mengwi Badung Baru Mampu Kelola 20 Ton Sampah Perhari dari 130 Ton Sampah Yang Dihasilkan

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
SAMPAH - Tumpukan sampah di TPS Mengwi yang akan diolah dengan cara dibakar di mesin incinerator, Rabu (8/1/2020). 

TRIBUN-BALI.COM , MANGUPURA – Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Sementara di Kecamatan Mengwitani Kabupaten Badung teryata hingga kini baru bisa mengolah sebanyak 20 ton sampah perhari. Hal itu pun bisa sangat kecil dari sampah yang di hasilkan Kabupaten Badung sekitar 130 ton perharinya.

 Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun  DLHK Badung, A.A Gede Agung Dalem saat di konfirmasi mengakui keterbatasan alat yang ada di TPS Mengwitani dalam mengelola sampah.  “Perhari kini 10 truk sampah masuk TPS Mengwitani. Jumlah itu setara dengan 20 ton sampah. Baru itu yang mampu kami pilah di TPS Mengwi,”kata Jumat (26/6/2020).

Lanjut Pejabat yang Akrab di sampah Gung Dalem itu menjelaskan dari 20 ton sampahdiambil dari  seputaran Abiansemal-Mengwi, yang  terdiri dari 56 persen sampah organic dan sisanya sampah nanorganik. “Yang organic terdiri dari sampah organic basah dan kering. Yang kering akan langsung dikelola menjadi kompos, dan yang basah akan dijadikan pakan maggot. Untuk yang sampah daur ulang langsung ditangani oleh petugas,” katanya

Ia menyebutkan TPS yang dibangun di penghujung tahun 2019 menghasilkan kompos per hari sampai 1 ton. Untuk kemudian digunakan sebagai pupuk di taman media jalan juga diberikan kepada petani. Dirinya pun juga mengakui produksi sampah di Kabupaten Badung per hari mencapai 130 ton.

“Dari semua sampah itu 20 ton di antaranya dimusnahkan di TPS Mengwitani dan selebihnya dibuang ke TPA Suwung,” bebernya.

Untuk sampah yang tidak bisa dikelola, seperti jenis plastic kemasan sampo, pampers, dan lainnya akan dicacah terlebih dahulu sebelum dimusnahkan dengan cara dibakar dengan alat incinerator. “Terkadang masih ada sisa karena mesin belum mampu memusnahkan semua. Karena belum sempurna sistemnya,” katanya.

Meski sebelumnya sempat dibanggakan lantaran mesin yang menggunakan kontainer sebagai tabung pembakaran mampu menghanguskan sampah 5 ton per jam. Hanya saja kini mesin tersebut belum juga sempurna. Bahkan Gung Dalem mengakui mesin pembakaran berkapasitas kecil.

“Mesin kapasitasnya kecil. Kalau mesin besar tidak kayak begitu, bangunannya kayak pabrik. Ini kita pakai kontainer, jadi kadang masih ada sisa dan kemudian dibuang ke TPA Suwung,” jelas birokrat asal Klungkung itu.

Lanjut dia mengakui, dari ketiga mesin pembakaran sejatinya telah berfungsi semua. Hanya saja dalam perjalan ada saja kendala yang dihadapi. Itu lantaran pembakaran yang dilakukan hingga mencapai 800 derajat celcius. “Karena alat itu panas makanya cepat rusak dan harus diperbaiki. Untuk itu kami terus sempurnakan,”kata Mantan Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Badung itu.  (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved