Wiki Bali

WIKI BALI - Ajik Krisna Kembali Bertani, Outlet Singajara Akan Dijadikan Tempat Produksi Camilan

Owner Krisna Oleh-Oleh Bali menutup seluruh cabangnya sejak Maret lalu dan mulai beroperasi kembali pada Senin (22/6/2020) lalu.

TRIBUN BALI/NOVIANA WINDRI
Foto: Ajik Krisna saat ditemui Tribun Bali di Krisna Oleh-oleh By Pass Ngurah Rai, Kuta, Jumat (26/6/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Owner Krisna Oleh-oleh Bali, Gusti Ngurah Anom atau lebih dikenal Ajik Krisna mengatakan, ia menutup seluruh cabangnya sejak Maret lalu dan mulai beroperasi kembali pada Senin (22/6/2020) lalu.

Selama jeda tersebut, lantas tak membuat Ajik Krisna berdiam diri.

Ia memutuskan pulang ke kampung halaman pada awal Mei lalu dan memilih kembali bertani.

Dari total 25 hektar lahan miliknya, 7 hektar diantaranya telah ditanami kacang tanah.

Daftar Wilayah Zona Hijau Covid-19 di Indonesia, 112 Daerah Mulai Aceh hingga Papua

Drakor ‘Hotel del Luna’ Akan Dibuat Kembali Sebagai Serial Televisi Amerika

BREAKING NEWS - Sesosok Mayat Ditemukan di Tukad Batuan Gianyar

Sementara, sisa lahan tersebut akan kembali digarap pada Juli mendatang untuk kembali ditanami kacang tanah, ubi, pepaya, dan pisang.

"Kalau saya gak gerak bahaya ke depan. Saya putuskan awal Mei pulang kampung. Kemudian survey lahan yang saya miliki. Lahan tersebut memang belum digarap. Akhirnya saya putuskan dari 25 hektar lahan itu, 7 hektar mulai saya garap lalu ditanami kacang tanah," ujarnya.

Rencananya, hasil dari kacang tanah tersebut akan diproduksi menjadi camilan yang berlokasi di Singaraja.

Dimana, outlet Krisna Oleh-oleh cabang Singaraja akan dialihfungsikan menjadi tempat produksi camilan.

"Outlet di Singaraja nanti dialihfungsikan menjadi tempat produksi camilan. Bahan baku kita sendiri yang menyiapkan hingga jadi camilan. Tidak menutup kemungkinan nanti karyawan yang telah dirumahkan kami tawari bekerja lagi. Mau atau tidak bekerja di bagian produksi," tuturnya.

Sebelumnya, total karyawan Krisna Holding Company sebanyak 2.500 orang.

2000 orang diantaranya terpaksa dirumahkan dan 500 orang sisanya masih dipekerjakan.

Ajik Krisna berharap begitu pandemi Covid-19 selesai, bisa kembali memiliki jumlah karyawan seperti sedia kala.

"Harapan saya begitu Covid-19 ini selesai bagaimana caranya nanti jumlah karyawan bisa kembali seperti dulu. Tapi ini tidak mudah. Tapi saya optimis bisa. Masyarakat Bali dan para karyawan dirumahkan jangan patah semangat. Masih ada sektor pertanian yang bisa kita garap," tutupnya.(*).

Penulis: Noviana Windri
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved