16 Orang Bersaudara Jadi Pasien Covid- 19 di Tabanan

Kluster keluarga ini muncul berdasarkan hasil tracing kontak terhadap keluarga yang sebelumnya kontak erat dengan pasien positif.

Dok Tabanan
Peta sebaran data Covid 19 di Kabupaten Tabanan, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Hasil tes swab terhadap 57 tenaga kesehatan (Tenkes) di salah satu Puskesmas di Kecamatan Kediri, Tabanan, sudah keluar.  Satu di antaranya diketahui positif Covid- 19.

Namun karena tenaga kesehatan tersebut berasal dari Badung, kasusnya masuk di Badung.

Dengan keluarnya hasil tes swab, Puskesmas yang sempat ditutup, akan kembali memberikan pelayanan kesehatan mulai Selasa (30/6/2020).

Sementara terkait penyebaran Virus Corona, di Tabanan terjadi penambahan pasien sebanyak lima orang.

Sebarannya ada di empat kecamatan. Yakni, satu orang tenaga kesehatan di BRSUD Tabanan asal Kerambitan, dua orang dari Kecamatan Selemadeg Timur, satu warga usia 13 tahun dari Kediri dan satu orang dari Pupuan yang merupakan kelanjutan kasus PDP meninggal sebelumnya.

"Dari hasil swab 57 orang tersebut, satu orang yang positif. Tapi Tenkes tersebut berasal dari Badung dan kasusnya masuk ke Badung, termasuk juga sudah dirawat di Badung," jelas Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid- 19 Tabanan, Putu Dian Setiawan, Minggu (28/6/2020).

Dian melanjutkan, setelah penyebaran virus di lingkungan Tenkes tersebut ditangani dengan baik, layanan kesehatan di Puskesmas yang sempat ditutup akan kembali dibuka Selasa (30/6/2020).

"Uji swab ini memastikan adanya virus atau tidak. Dan hasilnya hanya satu positif dan sudah dirawat. Sementara 56 lainnya negatif sehingga layanan Puskesmas akan kembali dibuka sesuai dengan protokol kesehatan," imbuhnya.

Mengenai penambahan kasus positif di Tabanan yang mencapai 5 orang, Dian menjelaskan, merupakan transmisi lokal keluarga yang sebelumnya tertular dari kluster rumah sakit swasta.

Dari total kasus positif yang mencapai 61 orang, 16 di antaranya merupakan pasien yang masih memiliki hubungan keluarga.

"Kluster keluarga ini muncul berdasarkan hasil tracing kontak terhadap keluarga yang sebelumnya kontak erat dengan pasien positif," jelas Dian.

Dengan adanya kluster tersebut, saran Dian, masyarakat agar lebih meminimalisir untuk menjenguk atau membesuk pasien di rumah sakit.

"Namun, jika keadaan mendesak sekali, diharapkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan seperti pakai masker dengan benar, cuci tangan hingga bersih dengan sabun, dan tetap menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh," tandasnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved