50 Persen Akomodasi Wisata di Lembongan Belum Berizin, Pemkab Ampuni yang Melanggar Sempadan

IMB Sementara berlaku selama 10 tahun dan bisa diperpanjang dengan ketentuan pemilik tidak boleh melakukan perubahan pada bangunan yang sudah berdiri.

istimewa
Bupati Klungkung Nyoman Suwirta (2 kanan) memimpin sosialisasi IMB Sementara yang akan mengampuni bangunan melanggar sempadan, Minggu (28/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Rencana Pemkab Klungkung memberikan izin bersyarat kepada akomodasi wisata yang melanggar sempadan pantai maupun tebing, mulai berproses.

Dalam dua hari, Sabtu (27/6/2020) dan Minggu (28/6/2020), Pemkab Klungkung menggelar sosialisasi terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Sementara atau izin bersyarat kepada 192 penyedia akomodasi wisata di Desa Lembongan dan Desa Jungutbatu, Nusa Penida.

Sosialisasi digelar dalam dua sesi dengan tetap mengikuti protokol kesehatan di Lapangan Futsal Lembongan, Nusa Penida.

Bupati I Nyoman Suwirta memaparkan kondisi pembangunan akomodasi wisata di Lembongan, Nusa Penida.

Menurutnya, saat ini sekitar 50 persen akomodasi wisata di Desa Lembongan dan Desa Jungutbatu belum memiliki izin.

Meski belum berizin, penyedia akomodasi wisata sudah membangun dan bahkan beroperasi.

Padahal bangunannya melanggar sempadan, pantai, jalan dan tebing.

"Pemkab Klungkung mengambil kebijakan dengan menerbitkan IMB Sementara atau izin bersyarat bagi penyedia akomodasi wisata agar nantinya tidak terjadi permasalahan dikemudian hari," jelas Suwirta.

IMB Sementara itu akan diterbitkan jika status tanah atau kepemilikannya jelas.

IMB Sementara berlaku selama 10 tahun dan bisa diperpanjang dengan ketentuan pemilik tidak boleh melakukan perubahan pada bangunan yang sudah berdiri.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved