Melalui Program PKBL, ITDC Dukung Pemberdayaan UMKM di Bali dan NTB

Peran UMKM dalam kegiatan usaha ITDC diwujudkan melalui keterlibatan UMKM dalam pengadaan barang/jasa

ist
Melalui Program PKBL, ITDC Dukung Pemberdayaan UMKM di Bali dan NTB 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola destinasi pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, NTB, berkomitmen untuk terus meningkatkan pemberdayaan UMKM di sekitar destinasi pariwisata yang dikelolanya, baik melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) maupun peran UMKM dalam kegiatan usaha ITDC.

Program Kemitraan (PK), merupakan program untuk meningkatkan kemampuan UMKM agar menjadi tangguh dan mandiri, berupa penyaluran pinjaman untuk membiayai modal kerja dan atau pembelian aset tetap bagi UMKM dalam rangka meningkatkan produksi dan penjualan. 

Sedangkan Program Bina Lingkungan (BL) merupakan program pemberdayaan masyarakat termasuk juga yang berprofesi sebagai UMKM melalui kegiatan pelatihan.  

Peran UMKM dalam kegiatan usaha ITDC diwujudkan melalui keterlibatan UMKM dalam pengadaan barang/jasa.

Selama tahun 2019, penyaluran dana Program Kemitraan mencapai Rp4,83 miliar bagi 94 UMKM berikut dana pembinaan kemitraan (hibah) sebesar Rp 856 juta, mencakup sektor pertanian, peternakan, dan kerajinan. 

Dalam 3 tahun terakhir, ITDC memiliki mitra binaan unggulan di sektor pertanian dan kerajinan, diantaranya adalah Kelompok Tani Mertha Buana  di Desa Plaga, Kecamatan Petang Badung Bali, Tenun Putri Mas di Kabupaten Jembrana, Bali, dan Padma Silver di Klungkung, Bali.

Kelompok Tani Mertha Buana merupakan mitra binaan yang konsisten mengembangkan dan membudidayakan kopi asli Plaga Petang, dan mengolahnya menjadi beberapa produk kemasan seperti kopi bubuk, kopi luwak, biji kopi dalam kemasan, kopi honey dan kopi peaberry(kopi lanang). 

Melalui bantuan PK ITDC pada 2017, kelompok ini telah berhasil meningkatkan kapasitas produksi dari 27 ton pada 2017 menjadi 50 ton pada 2019.

Tenun Putri Mas di Kabupaten Jembrana, Bali, mendapat penyaluran PK tahun 2016 dan 2019.

Usaha kecil ini berinovasi pada alat tenun songket sehingga dapat menciptakan kain songket tanpa sambungan dan mampu memasarkan produk tenunnya hingga ke luar negeri melalui dana capacity buildingprogram PK ITDC. 

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved