Stres Hinggapi Pasien Covid, RSUD Klungkung Akan Libatkan Psikiater

Kondisi semua pasien sebenarnya masih aman, tidak ada yang terlalu parah. Namun beberapa di antaranya mengalami stres dan depresi.

tribun bali/ eka mita suputra
Suasana perawatan pasien Covid- 19 di RSUD Klungkung. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - RSUD Klungkung hingga Minggu (28/6/2020) masih merawat 40 pasien positif Covid- 19.

Beberapa di antara mereka mengalami stres dan depresi hingga mempengaruhi imunitas tubuh.

“Kondisi semua pasien sebenarnya masih aman, tidak ada yang terlalu parah. Namun beberapa di antaranya mengalami stres dan depresi," ungkap Dirut RSUD Klungkung dr I Nyoman Kesuma, Minggu (28/6/2020).

Ia menjelaskan, stres dan depresi yang dialami pasien sampai kehilangan nafsu makan.

Bahkan ada yang sampai mengalami gangguan pencernaan (sembelit).

Biasanya pasien yang stres dan depresi itu karena memikirkan keluarganya di rumah.

“Sempat ada pasein sampai tidak makan karena memikirkan keluarganya di rumah," ungkap Nyoman Kesuma.

Selain itu, stres dan depresi yang dialami pasien juga dikarenakan memikirkan stigma sosial.

“Tapi yang biasanya membuat mereka stres karena memikirkan keluarganya di rumah, karena mereka diisolasi dan tidak bisa bekerja. Ada yang memikirkan anaknya, atau orangtuanya. Belum lagi keluarga mereka juga isolasi mandiri di rumah," tambah Kesuma.

Melihat kondisi ini, tim perawatan pasien Covid- 19 pun diminta untuk memberikan psikoterapi.

Kedepannya pihak RSUD Klungkung akan melibatkan psikiater untuk perawatan pasien Covid- 19.

“Kondisi ini akan kami sampaikan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 juga," ungkapnya.

Sementara untuk mengurangi stres dan depresi pasien, pihak RSUD Klungkung akan memasang wifi di setiap ruangan isolasi.

Termasuk memasang TV di setiap ruangan, untuk memberikan hiburan bagi pasien.

“Dengan wifi setidaknya pasien bisa berinteraksi dan komunikasi dengan keluarganya melalui internet. Juga bisa mengakses berbagai hiburan yang bisa mengurangi stres dari pasien. Stres ini dapat mempengaruhi imun tubuh, yang dapat membuat kesembuhan pasien makin lama," jelasnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved