Corona di Indonesia

768 Pedagang di 147 Pasar di Indonesia Positif Covid-19, Ketua Ikappi: Banyak yang Anggap Konspirasi

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, 147 pasar itu tersebar di 23 provinsi.

Desa Pemogan
ILUSTRASI-Pelaksanaan rapid test untuk pedagang di Pemogan, Denpasar, Bali, Sabtu (27/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat, 147 pasar di Indonesia sudah terpapar Covid-19.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, 147 pasar itu tersebar di 23 provinsi.

Rinciannya, 768 pedagang positif Covid-19, dan 32 orang meninggal dunia.

"Kami sudah mendorong protokol kesehatan dengan baik dengan cara melakukan edukasi terhadap pedagang."

Ini Jadwal Belajar dari Rumah TVRI, 29 Juni 2020: Ada Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru

Viral di Medsos, Tanda-tanda Stroke Dikira Kesurupan, Begini Penjelasan Dokter

Dapat Banyak Dukungan Perusahaan Besar, Kampanye Boikot Iklan Facebook Segera Mendunia

"Ini karena saat ini informasi di lapisan bawah, khususnya pedagang, itu terjadi simpang siur informasi," ujarnya kepada Tribunnews, Minggu (28/6/2020).

Abdullah meminta pemerintah daerah (pemda) mengevaluasi jika ada pemda yang sudah melakukan kebijakan ganjil genap.

"Ini justru memperbanyak risiko penularan."

"Mengingat pengurangan 50 persen jumlah pedagang di pasar itu menambah penumpukan di masing-masing kios, karena jumlah pengunjungnya tetap sama," kata Abdullah.

Abdullah menambahkan, logikanya kalau pengunjungnya 100, sedangkan yang operasi harusnya 10, bisa didistribusikan ke 10 kios.

"Tapi, karena operasionalnya cuma 50 persen, maka 100 orang didistribusi ke lima (kios) saja. Ini masalah sesungguhnya terjadi," paparnya.

Halaman
12
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved