Koleksi Sejak Tahun 1980-an, Ari Mudiyanto Akui Diecast Bisa Dijadikan sebagai Investasi

Berawal dari pemberian Diecast pertamanya, yakni VW Bettle yang diberikan oleh Pamannya pada tahun 1980an, Ari Mudiyanto hingga kini terus menambah

Tribun Bali/Karsiani Putri
Kolektor Diecast serta penggagas Komunitas Dewata Diecast, Ari Mudiyanto tengah menunjukkan salah satu koleksi Diecast 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berawal dari pemberian Diecast pertamanya, yakni VW Bettle yang diberikan oleh Pamannya pada tahun 1980an, Ari Mudiyanto hingga kini terus menambah koleksinya.

Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 2, Ari pun terus menambah koleksi Diecastnya yang bisa ia beli dari uang jajan yang ia kumpulkan.

Lalu, begitu ia lulus kuliah dan bekerja di Jakarta, Ari pun telah memiliki hampir seratus Diecast yang ia kumpulkan di dalam satu kotak miliknya.

Namun, ada kejadian yang menurutnya takkan pernah ia lupakan, yakni setelah dua tahun Ia bekerja, ia pun pulang ke kampung halaman.

Ternyata, Diecast yang ia miliki selama ini telah dibagi-bagikan ibunya kepada para saudara serta tetangga Ari yang umurnya rata-rata masih anak-anak.

Tak Disangka, Anak Buah John Kei Berusia 60 tahun yang Lepaskan Tembakan di Green Lake City

Setelah Dirapid, Satu Kasir Tiara Dewata Reaktif, Kini Diisolasi

Kuasai Sabu dan Ganja hingga Dijerat Pasal Berlapis, Yudi Diganjar 10 Tahun Penjara

Menurut Ibunya, Diecast bukanlah mainan yang cocok untuk Ari mengingat Ari bukanlah anak kecil lagi.

"Waktu itu, langsung saya cari lagi ke semua orang yang dibagikan Diecast sama ibu saya dan beberapa Diecast yang menurut saya bagus dan unik, saya tukar dengan Diecast yang biasa saja. Dan satu hal yang unik, Diecast pemberian paman saya masih tetap ada di kotak itu," ucap Ari sembari tertawa.

Kemudian pada tahun 1991 barulah Ari benar-benar serius dalam menekuni Diecast ini karena menurutnya Diecast tersebut selain bisa dijadikan sebagai koleksi, bisa juga dijadikan investasi, barter dan dilelang.

"Tahun 2008, saya pindah ke Bali dan dibekelin nama kolektor di Bali dan saya langsung silahturahmi," tutur Ari.

Halaman
12
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved