Citizen Journalism

Layangan: Kesenangan, Korban Nyawa dan Padamkan Listrik

Beberapa hari terakhir terakhir ini kita disuguhkan oleh lemah gemulai liak liuk layang-layang dengan berbagai ukuran BESAR yang menimbulkan kerugian

Istimewa
I W Jondra, Dosen Teknik Elektro Politeknik Negeri Bali 

Saat ini budaya yang adi luhung tersebut telah bergeser, karena orang dewasa dan tua pun
ikut main layangan.

Orang dewasa dan tua yang semestinya produktif dan kreatif memajukan perekonomian keluarga di dalam wabah Covid-19 ini, justru sibuk bermain layangan, yang tidak produktif ini.

Manusia Bali yang terkenal gigih dan kreatif, saat ini lagi terbuai, pasrah dan justru tersesat bermain layangan.

Sedangkan masyarakat lainnya yang bukan orang Bali gigih berbisnis mencari sesuap nasi dan
mungkin juga sebuah mercy.

Jika orang lain maju di era layang-layang ini, akankah manusia Bali merasa tersisihkan lagi di buminya sendiri?

Sepertinya sebagaian manusia Bali sedang menggali kubur untuk dirinya sendiri, karena tidak produktif.

Dalam Budaya Bali layangan dinaikkan pada saat usai panen yang sukses, saat ini telah bergeser, layangan dinaikkan pada saat ekonomi terpuruk dan mengalami wabah Covid-19.

Sebagian kadang-kadang aneh manusia Bali ini, untuk mengisi perutnya mengharapkan
bantuan sembako, namun di sisi lain mereka bermain layang-layang yang membutuhkan uang yang tidak sedikit, hal ini bukanlah kebutuhan pokok dalam kondisi pandemic saat ini.

Kearifan lokal budaya Bali pada jaman dahulu memang luar biasa.

Layangan pada jamannya diterbangkan di areal persawahan.

Namun saat ini manusia Bali sudah tidak arif lagi, karena layangan diterbangkan di areal pemukiman.

Sehingga jika layangan jatuh menghujam bumi akan menghancurkan pemukiman, bahkan memakan korban jiwa.

Layangan yang dilengkapi lampu dan baterai, pada saat jatuh dapat menimbulkan konsleting dan memicu kebakaran atap ijuk sanggah/merajan, atau kebakaran pompa bensin serta area lain yang mudah terbakar.

Layangan yang jatuh di area pemukiman telah menimpa jaringan listrik PLN yang saat ini masih terbuka.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved