Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Tirta Empul Gianyar Terapkan SOP Covid-19 Saat Banyupinaruh

Pengempon Pura Tirta Empul bersama Polsek Sukawati telah mempersiapkan protokol kesehatan Covid-19 saat melukat di pancuran suci & sembahyang di pura

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Irma Budiarti
Dok Gianyar
Pengempon Pura Tirta Empul bersama Polsek Tampaksiring melakukan gladi penerapan protokol kesehatan, saat melukat di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, Minggu (28/6/2020) sore. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Upacara Banyupinaruh yang dilaksanakan setelah Hari Suci Saraswati yang jatuh pada Minggu (5/7/2020) mendatang, telah disikapi secara serius oleh pengempon Pura Tirta Empul, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali.

Sebab seperti perayaan sebelum-sebelumnya, pemandian suci Tirta Empul selalu dipadati umat yang membersihkan diri secara niskala, saat Banyupinaruh.

Dimana pengempon Pura Tirta Empul bersama Polsek Sukawati, telah mempersiapkan protokol kesehatan Covid-19 saat melukat di pancuran suci dan bersembahyang di pura.

Diketahui, dalam situasi normal, antrean umat di dalam kolam sampai mengular, dengan kondisi berdesakan.

Namun dalam situasi pandemi Covis-19, hal tersebut tidak akan terjadi lagi.

Bendesa Adat Manukaya Let, Made Mawiarnata, Senin (29/6/2020), mengatakan pihaknya akan memberlakukan protokol kesehatan untuk setiap umat yang akan melukat saat Bayupinaruh.

Tidak hanya saat berada di pancuran suci, tetapi saat masyarakat tiba di parkiran akan ada pengawasan untuk mengantisipasi kerumuman.

Kemudian, saat memasuki madya mandala, mereka akan diberikan kartu sebagai bukti antrean.

Tak hanya itu, umat juga diarahkan untuk tidak menaruh cang di setiap pancuran suci.

Dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19, umat diarahkan hanya mengaturkan canang dan bersembahyang di madya mandala sebelum melukat.

Hal ini tidak hanya dilakukan saat Banyupiruh, tetapi diberlakukan setiap ada masyarakat yang datang untuk melukat.

"Tidak lagi mengaturkan canang di pancuran suci, sehingga waktu melukat bisa dipersingkat untuk mengindari antraian panjang," ujar Mawi. 

Lebih lanjut dikatakannya, jumlah umat yang melukat di pancuran suci juga dibatasi jumlahnya hanya 30 orang, sehingga memudahkan pihaknya megatur jarak antar umat.

“Hal ini kami sudah sepakati bersama Polsek Tampaksiring. Apapun yang kami lakukan, ini semata-mata demi kesehatan masyarakat,” tandasnya.

Kapolsek Tampaksiring, AKP Wayan Sujana mengatakan, selain protokol jaga jarak, pihaknya juga memastikan supaya umat yang melukat tidak berkumur, meludah, dan kencing di dalam kolam.

Pihaknya meminta secara tegas, agar masyarakat mematuhi setiap aturan new normal dalam pengelukatan tersebut.

“Kami sudah melakukan gladi resik untuk new normal ini, sehingga saat Banyupinaruh, semuanya sudah siap. Sekarang kuncinya, kita harus mentaati aturan yang berlaku, karena hal ini demi kebaikan kita bersama,” tandasnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved