Corona di Indonesia

Video Dangdutan di RS Darurat Wisma Atlet Viral, Ini Kejadian Sebenarnya Menurut Kakesdam Jaya

Donny menjelaskan, terkait dengan ketentuan pembatasan, maka yang bisa hadir dalam acara tersebut hanya petugas kesehatan

Istimewa
Beberapa petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap melakukan penyemprotan disinfektan di Wisma Atlet Kemayuoran, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Video acara dangdutan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran viral dan menuai banyak komentar warganet.

Kakesdam Jaya Kolonel CKM Donny Guntur membenarkan video tersebut merupakan kegiatan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan acara pamitan sejumlah pejabat dan petugas medis yang telah melaksanakan tugas di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran sejak awal rumah sakit tersebut beroperasi.

Donny mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan pada Sabtu (27/6/2020) sore.

"Kegiatan tersebut dalam rangka pamitan beberapa pejabat dan petugas medis di RS Darurat Wisma Atlet yang telah melaksanakan tugasnya selama berbulan-bulan semenjak awal operasional RS Darurat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu sore tanggal 27 Juni 2020. Memang diadakan suatu acara yang bersifat internal dan sederhana," kata Donny ketika dikonfirmasi, Senin (29/6/2020).

Donny mengatakan penyelenggaraan kegiatan tersebut telah diatur untuk tetap memenuhi protokol kesehatan.

Protokol kesehatan yang dimaksud antara lain pembatasan peserta, penggunaan masker, penyediaan tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, dan ketentuan untuk menjaga jarak.

"Dalam penyelenggaraannya pun acara tersebut telah diatur untuk tetap memenuhi protokol kesehatan seperti pembatasan peserta, menggunakan masker, penyediaan tempat cuci tangan, dilaksanakan pemeriksaan suhu tubuh dan ketentuan untuk menjaga jarak," kata Donny.

Donny menjelaskan, terkait dengan ketentuan pembatasan, maka yang bisa hadir dalam acara tersebut hanya petugas kesehatan dan kehadirannya diatur secara bergantian.

"Ketentuan pembatasan telah kita laksanakan bahwa yang bisa hadir dalam acara tersebut adalah hanya petugas kesehatan dan kehadirannya pun diatur secara bergantian. Selain petugas kesehatan, tidak ada orang lain yang diizinkan masuk," kata Donny.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved