Wawancara Khusus Owner Krisna Oleh-Oleh Bali: Saya Berusaha Jumlah Karyawan Bisa Seperti Dulu

Pandemi Covid-19 mengganggu seluruh sektor perekonomian tanpa pandang bulu. Krisna Oleh-Oleh Bali, pusat oleh-oleh terbesar di Pulau Dewata

TRIBUN BALI/NOVIANA WINDRI
Ajik Krisna saat ditemui Tribun Bali di Krisna Oleh Oleh By Pass Ngurah Rai, Kuta, Jumat (26/6/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Pandemi Covid-19 mengganggu seluruh sektor perekonomian tanpa pandang bulu. Krisna Oleh-Oleh Bali, pusat oleh-oleh terbesar di Pulau Dewata pun terkena imbasnya.

Owner Krisna Oleh-Oleh Bali, I Gusti Ngurah Anom atau lebih dikenal dengan nama Ajik Krisna menutup seluruh cabang Krisna Oleh-Oleh Bali sejak Maret lalu.

Tempat usahanya baru beroperasi lagi pada Senin 22 Juni 2020.

"Kami tutup selama tiga bulan," kata Ajik Krisna dalam wawancara khusus dengan Tribun Bali, Jumat (26/6).

Kendati menutup usahanya, Ajik Krisna tetap membayar sejumlah tagihan.

Lalu bagaimana strategi Ajik Krisna bangkit dari kondisi memprihatinkan ini? Berikut petikan wawancaranya.

Selama pandemi Covid-19, dampak apa yang paling dirasakan Krisna Oleh-Oleh Bali?

Kami tutup sebelum Hari Raya Nyepi bulan Maret lalu. Karena corona kan awalnya di China, lalu saya pikir tidak bakalan sampai ke sini kan. Ternyata Maret sampai di Bali. Akhirnya kami tutup selama tiga bulan.

Total karyawan Krisna Holding Company sebanyak 2.500 orang. Dari jumlah itu 2.000 orang di antaranya terpaksa dirumahkan dan 500 orang masih dipekerjakan.

Di sisi lain, saya harus tetap membayar sejumlah tagihan seperti gaji karyawan atau untuk listrik dan sebagainya sebanyak Rp 2,5 miliar per bulan tanpa income.

Halaman
1234
Penulis: Noviana Windri
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved