Akademisi Ungkap Kriteria Menteri-menteri yang Layak Direshuffle dari Kabinet Jokowi

Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) benar-benar sangat kesal atas kinerja dari para Menteri karena lambatnya pelaksanaan penanganan Covid-

Istimewa/youtube
Presiden Jokowi saat marahi para menteri di Sidang Kabinet 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Video Jokowi marah menjadi sorotan banyak pihak. 

Dalam video tersebut Presiden Joko Widodo terlihat sangat kesal dengan kinerja menteri-menterinya terkait pandemi Covid-19.

Hal tersebut juga dilihat oleh Guru Besar Politik & Keamanan Universitas Padjadjaran, Bandung Muradi.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) benar-benar sangat kesal atas kinerja dari para Menteri karena lambatnya pelaksanaan program penanganan Covid-19.

"Dalam konteks komunikasi politik, terlihat Jokowi penuh dengan kejengkelan dan kelewat kesal dengan kinerja dari para pembantunya. Sehingga hal ini saya kira sebagai bentuk akumulasi segala kejengkelan dan kekesalan yang dirasakan selama kurang lebih 4 bulan dalam menangani Covid-19," ujar Muradi ketika dihubungi Tribunnews.com, Senin (29/6/2020).

Karena dia melihat, ada signifikansi kebijakan yang tidak bisa ditindak-lanjuti oleh para pembantunya untuk merespon dan menangani Covid-19.

Selain terjebak birokrasi internal di masing-masing Kementerian kata dia, ada juga yang tidak bisa menjalankan programnya karena pendekatan yang terlampau formal, dan pada akhirnya tidak tepat sasaran.

 "Saya kira ini ancaman yang serius dan tidak main-main dari Pak Jokowi," jelas Muradi. Jadi siapa saja Menteri yang sebenarnya menjadi sasaran kemarahan Jokowi ini?

Muradi menilai, ada beberapa menteri yang perlu merasakan tujuan kemarahan Jokowi adalah kepada yang bersangkutan.

Utamanya, dia menjelaskan, kementerian yang terkait langsung dengan penanganan Covid-19.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved