Diadili Terkait Perkara Skimming, WN Rumania Menolak Didampingi Penasihat Hukum

Menjalani sidang dari ruangan Polda Bali, Warga Negara Asing (WNA) asal Rumania, Olar Madalin (25) menolak didampingi penasihat hukum

Tribun Bali/I Putu Candra
Foto : Jaksa Dipa Umbara saat membacakan surat dakwaan dengan terdakwa WN Rumania, Olar Madalin. Olar diadili karena diduga melakukan tindak pidana skimming. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menjalani sidang dari ruangan Polda Bali, Warga Negara Asing (WNA) asal Rumania, Olar Madalin (25) menolak didampingi penasihat hukum.

Meski menolak, sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetap digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali, Selasa (30/6/2020).

Olar diadili terkait tindak pidana skimming.

Diketahui, pemegang Pasport No 057753831 ditangkap oleh pihak Krimsus Polda Bali setelah melakukan aktifitas mencurigakan di ATM Bank Mandiri yang terletak di seputaran Jalan Raya Tegalalang, Gianyar, Bali.

BFI Finance Bagikan Dividen Kepada Pemegang Saham

Skema Tatanan Kehidupan Baru Mulai Disusun,Usaha Pariwisata Wajib Kantongi Sertifikat Bebas Covid-19

Aksi Bagi-Bagi Sembako di Jalan WR Supratman Denpasar Diserbu Warga

Di sidang dengan majelis hakim pimpinan I Wayan Gede Rumega, dalam surat dakwaannya Jaksa I Made Dipa Umbara memasang dakwaan subsidairitas terhadap terdakwa Olar.

Dakwaan primair disebutkan, terdakwa dengan sengaja tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan/atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun.

"Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 46 ayat (1) jo Pasal 30 ayat (1) Undang-Undang RI No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana telah diubah oleh Undang-Undang No.19 tahun 2016," papar jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali itu.

Sedangkan dakwaan subsidair, terdakwa dengan sengaja tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan/atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun dengan tujuan memperoleh informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik.

Olar pun dinilai melanggar Pasal 46 ayat (2) jo Pasal 30 ayat (2) Undang-Undang yang sama.

Terhadap dakwaan jaksa, Olar yang hanya didampingi seorang penerjemah menyatakan tidak mengajukan keberatan (eksepsi).

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved