‘SABDA’, Trisna Yunita Sari Buat Kartu Kata Perbanyak Kosa Kata Baru Melalui Budaya Literasi

Setelah menyandang gelar Duta Bahasa Provinsi Bali tahun 2020, Ni Luh Putu Trisna Yunita Sari memiliki program kerja yang akan segera dijalankan.

Dok pribadi
Ni Luh Putu Trisna Yunita Sari, Duta Bahasa Provinsi Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Setelah menyandang gelar Duta Bahasa Provinsi Bali tahun 2020, Ni Luh Putu Trisna Yunita Sari memiliki program kerja yang akan segera dijalankan.

Program kerja tersebut ialah ‘SABDA’ atau Sadar, Aktualisasi, Bangga, Demonstrasi, dan Apresiasi Bahasa.

Sebagai langkah awal mengangkat komponen ‘Sadar’ dalam SABDA, Trisna menuangkan ke dalam sebuah kegiatan yang bernama Gemasnica.

“Yang saya lakukan yaitu saya ingin mengangkat komponen ‘sadar’ dalam SABDA. Saya tuangkan ke dalam sebuah kegiatan yang bernama gemasnica yaitu gerakan lima belas menit membaca,” jelasnya.

Usai Lakukan Penyelidikan, Mertua yang Tega Setubuhi Menantunya Akhirnya Ditangkap

Tutup Bulan Bung Karno, Koster Ajak Generasi Muda Terjun ke Politik dan Jauhi Hal-hal Negatif

53 Personil Polres Badung Naik Pangkat Setingkat Lebih Tinggi

Dalam program ini, Trisna juga mengangkat aplikasi yang telah dicetuskan oleh Kemendikbud yaitu Aplikasi Pengayaan Kosa Kata Bahasa Indonesia.

Trisna akan membuat kartu kata yang fungsinya adalah jika masyarakat menemukan kosa kata baru ketika membaca, kemudian kosa kata tersebut dituangkan kedalam kartu kata.

“Nantinya saya akan buatkan kartu kata, fungsi kartu kata ini adalah jika masyarakat menemukan kosa kata baru kemudian akan dituangkan kedalam kartu kata ini, yang akan saya kumpulkan dan saya input ke dalam aplikasi tersebut,” ungkapnya.

“Tujuan gerakan saya ini adalah untuk meningkatkan inventaris kosa kata bahasa, karena saya ingin mewujudkan Bahasa Indonesia agar bisa menjadi bahasa internasional dan salah satu cara yang bisa saya lakukan adalah dengan memperbanyak kosa kata baru dengan budaya literasi,” sambungnya.

Program kerja ‘SABDA’ ini direncanakan juga sebagai program kerja Balai Bahasa Provinsi Bali.

Namun, sayangnya program kerja tersebut belum berjalan meski sudah ada koordinasi dengan pihak Balai Bahasa Provinsi Bali.

Sebab, perlu banyak dukungan dari berbagai pihak untuk mensosialisasikan dan mengampanyekan gerakan kartu kata.

"Astungkara optimis gerakan tersebut bisa berjalan nantinya," tutupnya.(*).

Penulis: Noviana Windri
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved