Tersangka Pengambil Paksa Jenazah Covid-19 Bertambah Jadi 10 Orang

Warga mengadang iring-iringan ambulans meski sedang dikawal mobil polisi. Setelah itu, warga langsung mengambil paksa peti jenazah dari ambulans

KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY
Tim gugus Tugas Covid-19 menyiagakan sebuah mobil ambulans untuk membawa kembali jasad pasien Covid-19 yang sebelumnya diambil paksa pihak keluarga, Jumat (26/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, AMBON - Penyidik Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease kembali menetapkan dua tersangka baru dalam kasus pengambilan paksa jenazah Covid-19 yang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon. 

Dengan penambahan dua tersangka baru tersebut, maka jumlah tersangka dalam kasus tersebut kini berjumlah 10 orang, karena sebelumnya penyidik telah menetapkan delapan tersangka terlebih dahulu.

“Kami sudah menetapkan lagi dua tersangka baru dan rencananya pemeriksaan akan dilakukan hari Kamis mendatang,” kata Kasat Reskrim Polresta Pulau Ambon, AKO Gilang Prasteya kepada Kompas.com, saat dihubungi, Selasa (30/6/2020).

Dua tersangka baru yang wajib lapor tersebut yakni MO dan SY, keduanya perempuan. Alasan tidak menahan kedua tersangka tersebut karena keduanya merupakan perempuan. Selain itu, kedua tersangka sangat kooperatif selama menjalani pemeriksaan dan mereka telah berjanji tidak akan melarikan diri.

“Untuk alasan dua yang wajib lapor itu kami tidak tahan, pertama tentu alasan subyektif sesuai KUHP di mana keduanya telah berjanji tidak akan melarikan diri, tidak merusak barang bukti. Selain itu, selama pemeriksaan keduanya juga sangat kooperatif dengan penyidik dan terakhir itu keduanya ibu-ibu,” ungkap dia.

Penyidik telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus tersebut, mereka adalah, AM, HL, BY, SI, SU, SD, NI dan YN. Dalam kasus tersebut, penyidik menjerat para tersangka dengan Pasal 214 KUHP jo Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, insiden pengadangan terhadap mobil ambulans yang sedang membawa jenazah Covid-19 terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Ambon, pada Jumat (26/6) sore.

Dalam aksi itu, warga mengadang iring-iringan mobil ambulans meski sedang dikawal mobil polisi. Setelah itu, mereka langsung mengambil paksa peti jenazah dari mobil ambulans kemudian membawa jenazah ke rumah duka.

Setelah negosiasi dengan keluarga dilakukan, tim medis kembali membawa jasad korban ke lokasi pemakaman yang diinginkan pihak keluarga. Namun, setelah tiba di lokasi pemakaman, pihak keluarga malah memakamkan korban tanpa protokol Covid-19. 

Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved