Breaking News:

Ahli Virus Sebut Pantai Aman Dibuka Asal Ada Pengawasan Ketat

Aktivitas di luar ruang dosis paparan virus atau viroloudnya relatif rendah, berbeda jika dengan ruangan tertutup yang viroloudnya tinggi.

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: I Putu Darmendra
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sunset di Pantai Kuta, Sabtu (14/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung mengemukakan rencana membuka aktivitas di sejumlah obyek wisata kawasan pantai dalam waktu dekat ini. Sedangkan teknis kesiapannya diserahkan kepada masing-masing pengelola.

Ahli Virologi asal Universitas Udayana Bali Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika menilai kawasan wisata pantai pada dasarnya aman untuk dikunjungi asalkan masyarakat mau mematuhi protokol kesehatan utamanya menghindari kerumunan.

Aktivitas di luar ruang dosis paparan virus atau viroloudnya relatif rendah, berbeda jika dengan ruangan tertutup yang viroloudnya tinggi.

"Pantai atau tempat wisata outdoor aman untuk dikunjungi. Virus akan dicairkan oleh alam seperti di air laut virusnya pasti mati kena garam. Pantai memang tidak ada risikonya sejak awal, hanya saja awal pandemi pemerintah harus straight supaya orang stay at home," kata Prof Mahardika, Rabu (1/7/2020).

Ia mengatakan, mereka yang sakit karena dosis virusnya besar seperti tenaga medis. Mahardika mengatakan, tenaga medis berisiko karena terlalu sering terpapar virus secara terus-menerus sehingga dosisnya besar dan kelelahan.

Prof Mahardika menekankan tentang kerumunan. Ia meminta agar ada pengawasan dan kesadaran masyarakat. Pecalang, desa adat maupun pengelola masing-masing pantai harus mengawasi dan menegur apabila ditemukan adanya kerumunan serta perlu dipasang papan imbauan untuk menghindari kerumunan, atau dengan jarak minimal 2 meter.

"Kalau di luar negeri dipantau dengan drone begitu ada kerumunan dimohon menjauh. Seperti di Italia, Spanyol, ke pantai dibolehkan hanya saja wajib untuk menghindari kerumunan, kecuali dengan anggota keluarga seperti anak dan istri. Masyarakat harus sadar menjaga jarak. Kalaupun berdekatan ditanya apakah mereka keluarga, jangan sampai malah reunian," jabarnya.

Pemakaian masker juga tetap harus dilakukan untuk menjaga lingkungan masyarakat atau pengunjung pantai yang lain. "Tidak tahu apakah tubun kita membawa virus, jadi kita harus sadar memakai masker untuk melindungi orang lain, setiap orang harus memikirkan orang lain, apalagi di kerumunan, makanya jaga jarak sangat ditekankan," jelas dia.

Pemkab Badung rencana akan membuka obyek wisata semua pantai. Pengelola pantai dipersilakan mempersiapkan teknis new normal jelang pembukaan ini. Pelonggaran akses pantai di Badung sesuai arahan Bupati Giri Prasta.

Obyek wisata diberikan kelonggaran untuk dibuka namun dengan catatan harus tetap memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved