Corona di Bali

Insentif Petugas Medis Klungkung Tidak Kunjung Cair, Tunjangan Pun Dipotong

Program insentif bagi petugas medis yang merawat pasien Covid-19 di Klungkung, hingga saat ini masih sebatas wacana

RSUD Klungkung
Kondisi perawatan pasien positif Covid-19 di Ruang Isolasi RSUD Klungkung belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Program insentif bagi petugas medis yang merawat pasien Covid-19 di Klungkung, hingga saat ini masih sebatas wacana.

Belum ada sepeserpun insentif yang turun ke petugas medis, sebagai garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19 di Klungkung.

Belum lagi petugas medis yang berstatus PNS Pemkab Klungkung, dihadapkan dengan pemotongan tunjangan pegawai karena rasionalisasi anggaran untuk penanganan Covid-19.

Dirut RSUD Klungkung dr I Nyoman Kesuma menjelaskan, pihaknya sebenarnya sudah melakukan pengajuan insentif untuk tim medis Covid-19 periode bulan Maret dan April.

Bulan Maret diusulkan penerima insentif itu sebanyak 23 orang tenaga media senilai Rp 59 juta. Sementara bulan April diusulkan Rp297 juta untuk 39 petugas medis Covid-19.

"Bulan Maret sama April saja belum keluar, sehingga kami belum usulkan bulan untuk bulan Mei dan Juni ini," ungkap Kesuma.

Dirinya pun tidak mengetahui kendala apa yang menyebabkan insentif dari pemerintah pusat itu tidak kunjung terealisasi.

Yang pasti pihaknya sudah melakukan usulan sesuai aturan, mulai dari melengkapi syarat administrasi, melakukan verifikasi internal, hingga pengajuan ke Dinas Kesehatan untuk diserahkan usulannya ke pemerintah pusat.

"Pengajuan ke pusat itu bersamaan dengan usulan dari Puskesmas. Usulan insentif itu tidak hanya dokter dan perawat, ada juga petugas gizi, laboratorium, radiografer , dan lainnya yang terkait dengan perawatan pasien Covid-19," jelas Kesuma.

Tidak hanya dihadapkan pada tidak kunjung terealisasinya insentif, para petugas medis Covid-19 yang berstatus PNS juga dihadapkan pada pemotongan tunjangan sebesar 50 persen.

Pemotongan tunjangan ini dikarenakan kebijakan rasionalisasi anggaran untuk penanggulangan Covid-19 di Klungkung.

" Petugas medis (termasuk merawat pasien Covid-19), kena potongan tunjangan seperti PNS lainnya. Pemotongan dilakukan mulai TPP (tunjangan penghasilan pegawai) bulan Mei," tegasnya.

Sementara beberapa waktu lalu, Komisi III DPRD sempat melakukan rapat kerja dengan Dinas Kesehatan Klungkung. Mereka mengusulkan agar tim medis yang merawat pasien Covid-19, tunjangan mereka tidak ikut dipotong.

Hal ini sebagai bentuk apresiasi kepada petugas medis, yang menjadi garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19.

" Petugas medis ini kan garda kedepan dalam penanganan medis ini. Harapan kami, tunjangan mereka tidak ikut dipotong, serta harus mendapatkan insentif lah," ungkap Ketua Komisi III DPRD Klungkung I Wayan Mardana. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved