Breaking News:

Kini KK dan Akta Kelahiran Dicetak Pakai Kertas HVS, Sumantra: Tak Ada Potensi Penyalahgunaan Data

Mulai 1 Juli 2020, dua jenis dokumen kependudukan akan dicetak menggunakan kertas HVS berukuran A4

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kadisdukcapil Bangli, I Nyoman Sumantra. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Mulai 1 Juli 2020, dua jenis dokumen kependudukan akan dicetak menggunakan kertas HVS berukuran A4.

Kendati demikian, Kepala Disdukcapil Bangli, I Nyoman Sumantra menegaskan tidak ada potensi penyalahgunaan data.

Hal tersebut diungkapkan pihaknya saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2020).

Sumantra menjelaskan jika sebelumnya menggunakan blangko security printing, sesuai amanat Permendagri No. 109, mulai 1 Juli 2020 pencetakan produk Disdukcapil menggunakan kertas HVS berukuran A4 80 gram.

Penggunaan kertas HVS ini berlaku untuk seluruh produk, terkecuali KTP dan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Sesuai dengan perintah dalam permen (peraturan menteri) itu, hari terakhir menggunakan kertas security kemarin (Selasa). Dan mulai 1 Juli 2020 menggunakan kertas HVS. Beberapa produk yang sebelumnya menggunakan kertas security, diantaranya Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran. Sedangkan untuk KTP dan KIA, masih tetap menggunakan blangko yang telah ada, sebab dua jenis kartu itu terdapat chip khusus,” ungkapnya.

Sumantra tidak memungkiri perubahan media pencetakan dokumen kependudukan akan membuat masyarakat bertanya-tanya.

Namun ia menegaskan perubahan ini sudah disosialisasikan sejak lama, baik secara manual maupun bersurat pada masyarakat.

Lebih lanjut dijelaskan, perubahan media pencetakan ini berimbas langsung pada efisiensi anggaran pengadaan.

Sumantra mengatakan, tiap tahun pemda menganggarkan sebesar Rp 80 juta pada APBD untuk penganggaran kertas security.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved