Corona di Bali

Pesanan Sarana Ngaben Sepi Sejak Pandemi Covid-19, Ida Ketut Santosa Beralih Jadi Pengrajin Layangan

Ida Ketut Santosa, pengrajin sarana untuk upacara ngaben, beralih jadi pengrajin dan pelukis layan-layang

Tribun Bali/Saiful Rohim
Ida Ketut Santosa melukis layangan pesanan warga sekitar Bebandem, Desa/Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali, Rabu (1/6/2020) siang hari. 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Ida Ketut Santosa, pengrajin sarana untuk upacara ngaben, beralih jadi pengrajin dan pelukis layan-layang untuk sementara waktu.

Pria asal Desa/Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali ini beralih membuat layangan sejak sebulan lalu karena permintaan sarana upacara ngaben sepi.

Pria asli Bebandem ini menceritakan awal mula menjadi pengrajin dan pelukis layangan.

Peralihan profesi dikarenakan merebaknya penyebaran Covid-19 di sekitar Karangasem.

Ditambah adanya larangan mengadakan keramaian, berkumpul dan menggelar kegiatan melibatkan banyak orang akibat pandemi Covid-19.

"Sejak dua bulan lalu permintaan wadah (sarana) ngaben sepi. Tak ada permintaan sama sekali. Sehingga tidak ada pekerjaan selama 2 bulan lebih. Pemasukan per harinya juga tak ada," jelas Ida Ketut Santosa, Rabu (1/7/2020).

Karena jenuh menganggur, akhirnya ia beralih membuat serta melukis layangan.

Bersamaan itu, pemuda sedang gandrung memainkan layangan.

"Karena inilah saya beralih. Penghasilan membuat dan melukis layangan lumayan menjanjikan. Kerjaan ini sifatnya sementara. Ikuti musiman," tambahnya.

Ida Ketut Santosa mengaku kewalahan menerima pesanan membuat dan melukis layangan.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved