Selamat Hari Bhayangkara ke-74, Inilah Sosok Jenderal Hoegeng, Polisi Jujur Selalu Disebut Gus Dur

Pada 1968, Presiden Soeharto mengangkat Hoegeng sebagai Kepala Polri menggantikan Soetjipto Yudodihardjo.

KOMPAS/PAT HENDRANTO
Serah terima jabatan Kapolri antara Jenderal Hoegeng Iman Santoso kepada penggantinya Moh Hassan oleh Presiden Soeharto pada 1971. 

TRIBUN-BALI.COM - Rabu (1/7/2020) menjadi hari yang istimewa bagi institusi Polri.

Sebab, 1 Juli diperingati sebagai Hari Bhayangkara dan tahun ini, Polri memperingati Hari Bhayangkara ke-74.

Hari Bhayangkara bukan peringatan ulang tahun atau terbentuknya Polri.

Hari Bhayangkara adalah hari Kepolisian Nasional yang diambil dari momentum turunnya Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1946.

Sebutan Bhayangkara merujuk pada pasukan pengamanan yang dibentuk patih Gajah Mada pada zaman Kerajaan Majapahit.

Saat itu, Gajah Mada membentuk pasukan Bhayangkara yang bertugas melindungi raja dan kerajaan.

Sosok Polisi Jujur

Nah, beberapa waktu belakangan ini ada nama yang menjadi sorotan hangat publik di Tanah Air, yaitu nama beken Jenderal Hoegeng Iman Santoso.

Pemicunya tak lain setelah unggahan Ismail Ahmad, pria asal Kepulauan Sula, Maluku Utara, yang memposting humor Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Dur.  

Dalam unggahan Ismail, ia mengutip guyonan Gus Dur, "Ada tiga polisi jujur di Indonesia, yaitu polisi tidur, patung polisi, dan Jenderal Hoegeng".

Halaman
1234
Editor: Kambali
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved