Breaking News:

Tirta Empul dan Bali Safari Nyatakan Siap untuk New Normal

Kewenangan pembukaan obyek wisata ada pada Pemprov Bali. Diizinkan buka atau tidaknya adalah berdasarkan pemenuhan beberapa indikator.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Seorang pengunjung sedang melukat di Tirta Empul, Tampaksiring. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Rombongan Pemkab Gianyar meninjau obyek wisata Bali Safari and Marine Park dan Tirta Empul terkait kesiapan pembukaan untuk umum. Semenjak pandemi covid-19, semua destinasi wisata ditutup guna mencegah meluasnya penularan.

Bali Safari and Marine Park telah ditutup sejak 23 Maret. Ketika ada wacana pemerintah akan menerapkan kebiasaan hidup baru, Bali Safari mulai melakukan persiapan.

“Kami sangat siap memenuhi persyaratan protokol kesehatan di era normal baru,” jawab General Manager Bali Safari and Marine Park Thomas Colbert saat menerima kedatangan rombongan Pemkab Gianyar yang melakukan penijauan kesiapan new normal, Rabu (1/7/2020).

Berdasarkan peninjauan lapangan, terlihat semua pegawai Bali Safari and Marine Park menggunakan alat pelindung diri seperti face shield, masker, dan sarung tangan. Kendaraan yang masuk areal Bali Safari and Marine Park disemprot cairan desinfektan.

Juga terlihat di beberapa titik disediakan hand sanitizer dan wastafel untuk mencuci tangan. Di pintu masuk juga ada petugas yang mengukur suhu tubuh pengunjung menggunakan thermo gun. Selain itu disiapkan keset yang terendam cairan desinfektan untuk membersihkan alas kaki para pengunjung.

Kadatangan Pemkab Gianyar kemarin merupakan kunjungan kesekian kali yang dilakukan oleh untuk memastikan kelayakan Bali Safari dibuka kembali di era tatanan normal baru. Sekda Gianyar, Wisnu Wijaya mengatakan alasan mengapa memilih Bali Safari and Marine Park sebagai destinasi wisata yang ditinjau kesiapannya.

“Bali Safari adalah obyek wisata terbesar di Gianyar yang dikelola oleh swasta, kunjungan wisatawan cukup banyak ke sini, jadi kita pastikan dulu apakah mereka bisa menjamin keamanan para pengunjung nantinya,” kata Wisnu Wijaya.

Wisnu menyampaikan berapa saran kepada Bali Safari di antaranya, penambahan fasilitas cuci tangan di beberapa titik, pengukuran suhu tubuh agar tidak secara manual untuk menghindari antrean panjang, menyediakan klinik kesehatan untuk para pengunjung apabila ditemukan ada yang kurang sehat.

“Hasil tinjauan ini akan kami laporkan kepada Bapak Bupati untuk pengambilan kebijakan, kami sampaikan kepada pihak pengelola obyek wisata bahwa persyaratan tatanan normal baru harus dipenuhi, kerja ekstra di awal untuk keamanan Bersama, jangan sampai ada kejadian cluster destinasi wisata, kalua itu sampai terjadi maka sudah pasti akan ditutup,” tegas Sekda Wisnu Wijaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Anak Agung Putrawan mengatakan, kewenangan pembukaan obyek wisata ada pada Pemprov Bali. Diizinkan buka atau tidaknya adalah berdasarkan pemenuhan beberapa indikator.

"Apabila semua indikator bisa dipenuhi berdasarkan tinjauan lapangan yang dilakukan oleh tim, maka objek wisata yang bersangkutan disertifikasi dan diizinkan buka lagi,” jelas Putrawan.

Setelah meninjau Bali Safari, rombongan bergerak menuju obyek wisata Tirta Empul di Tampaksiring. Pengelola obyek wisata Tirta Empul juga menyatakan siap dengan tatanan normal baru. Terlihat berbagai protokol kesehatan telah disiapkan.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved