Breaking News:

PAN Senang Diajak Masuk Kabinet, Amien Rais Ngaku Kasihan Sama Jokowi  

Jokowi mengutarakan rasa kecewanya terhadap kinerja para menteri yang dinilai tidak memiliki progres kerja yang signifikan.

Istimewa/youtube
Presiden Jokowi saat marahi para menteri di Sidang Kabinet 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno memastikan belum ada obrolan di internal partainya terkait sinyal Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat ini.

Meski begitu, jika PAN ditawarkan bergabung dengan pemerintahan, maka keputusan itu ada di tangan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas).

Ia yakin Zulhas akan menyambut baik tawaran tersebut. Apalagi ancaman reshuffle Presiden Jokowi kepada para menterinya untuk membenahi penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Pada prinsipnya untuk hal-hal yang sifatnya positif, kebaikan. Kebijakan yang bisa menunjang kesejahteraan rakyat. Apalagi sekarang dalam kondisi Covid-19, perekonomian rakyat terpuruk. Membangkitkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat tentu PAN akan mendukung," katanya, Jumat (3/7/2020) .

Reshuffle kabinet ia memastikan kembali, merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. Sampai saat ini belum ada pembicaraan serius terkait hal itu.

"Belum ada (obrolan reshuffle). PAN sampai sekarang masih fokus untuk penanganan Covid-19 di Dapil-Dapil (Daerah Pemilihan)," kata Eddy.

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto juga menegaskan partainya tidak pernah menyodorkan nama ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dijadikan menteri Kabinet Indonesia Maju.

"Sampai sekarang kami tidak sodorkan nama, tidak ada. Saya beberapa malam sama Bang Zul (Zulkifli Hasan) dari pagi sampai malam, tidak sama sekali nyinggung reshuffle atau membawa nama siapa yang mau jadi menteri tidak ada," tutur Yandri.

"Prinsip PAN itu, program pemerintah yang bagus, PAN dukung. Kalau ada kebijakan dirasa kurang pas, maka PAN akan menyampaikan kritikan konstruktif, disampaikan secara santun, cari solusi terbaik," sambung Yandri.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal reshuffle saat rapat kabinet paripurna di hadapan para menteri Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juni 2020, lalu.

Halaman
123
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved