Breaking News:

Corona di Bali

Banyu Pinaruh, Polisi Jaga Ketat Kawasan Pengelukatan Tirta Empul Tampaksiring

Ribuan umat Hindu dari berbagai daerah mulai mendatangi kawasan Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, Bali, Minggu (5/7/2020)

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Penjagaan di kawasan Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, Bali, Minggu (5/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Ribuan umat Hindu dari berbagai daerah mulai mendatangi kawasan Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, Bali, Minggu (5/7/2020).

Mereka datang untuk melakukan pengelukatan Banyu Pinaruh sehari setelah upacara Saraswati.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini ritual pengelukatan yang dilakukan di Tirta Empul dijaga ketat oleh kepolisian, pecalang dan TNI.

Untuk umat Hindu yang akan melakukan pengelukatan diberikan kartu antrean, guna memudahkan petugas melakukan pengecekan jumlah umat yang akan melukat.

Kenalan dengan Alam dan Eksplorasi Hobi, Cara agar Anak Tidak Bosan di Rumah

Tes Kepribadian: Bentuk Kaki Bisa Menunjukkan Kepribadian Pemiliknya, Kamu Yang Mana?

Amankah Mengonsumsi Telur Mentah?

Memasuki kawasan Tirta Empul setiap umat Hindu yang datang di cek suhu tubuh menggunakan thermogun dan disediakan hand sanitizer

Beberapa pos ditempatkan petugas untuk mengatur jumlah umat yang akan melukat dikawasan tersebut.

Setiap umat yang akan melukat dibatasi jumlahnya hingga 25 orang.

Dan yang belum mendapatkan giliran diminta untuk menunggu hingga dipanggil oleh petugas.

Pelaksanaan pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Tampaksiring, AKP Wayan Sujana.

"Kami dari kepolisian mengerahkan 34 personil dari Polres Gianyar dan 25 personil dari Polsek bersama Pecalang 50 orang dan juga tambahan TNI, di bagi per 6 jam untuk menjaga di masing-masing posko, setiap umat yang akan melakukan melukatan kita batasi jumlahnya, jaga jarak dan pengunjung tidak kami perbolehkan berkumur maupun meludah di kawasan tersebut untuk mencegah penularan Covid-19,"ucapnya

Menurut Made Mawi Arnata selaku Bendesa Adat Manukaya Let Pengempon Pura Tirta Empul, umat yang datang sudah dari hari kemarin bertepatan dengan hari raya Saraswati.

"Dan sekarang Banyu Pinaruh puncaknya sama seperti enam bulan yang lalu, kawasan ini selalu ramai didatangi umat berbagai daerah, namun karena adanya pandemi Covid-19, kami bersama petugas sudah mengantisipasi sebelumnya dengan melakukan penjagaan dari pukul 08.00 Wita dan pembatasan untuk umat yang ingin melukat agar tidak terjadi kerumunan,"ucapnya

"Untuk kegiatan melukat tidak mesti harus dilakukan saat Banyu Pinaruh, bisa juga dilakukan saat hari lain dan maknanya juga sama" tambahnya.(*).

Penulis: I Nyoman Mahayasa
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved