Breaking News:

Corona di Bali

Hibur Mereka yang Tetap di Rumah, Dialog Dini Hari Gelar Pertunjukan Online

Antida Music Production berkolaborasi dengan estmovie menggelar acara pertunjukkan musik online melalui live streaming.

Istimewa
Foto Pertunjukan Musik Online Dialog Dini Hari 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Antida Music Production berkolaborasi dengan estmovie menggelar acara pertunjukkan musik online melalui live streaming.

Acara ini menampilkan band Bali, Dialog Dini Hari di episode perdananya.

Gelar konser online ini ditayangkan melalui Kanal Youtube Dialog Dini Hari pada Sabtu (4/7/2020) pukul 20.00 Wita.

Walaupun dalam masa pandemi Covid-19, sektor kesenian menjadi salah satu yang tidak boleh luput dari perhatian kita.

Banyu Pinaruh, Banyak Warga Abaikan Protokol Kesehatan di Pantai Watu Klotok Klungkung

Enak dan Mengenyangkan, Resep Bikin Bubur Kacang Hijau Legit dan Gurih

Ini Daftar Jadwal Belajar dari Rumah TVRI 5 Juli, Akan Ada Tayangan Cerita Minggu Pagi dan Podbox

Di samping sektor kesehatan yang tentunya merupakan prioritas utama saat ini, sektor kesenian seperti musik juga dapat berperan memberikan hiburan kepada masyarakat.

Bagaimanapun juga manusia perlu hiburan di tengah situasi penuh tekanan seperti sekarang.

"Musik adalah healing. Pada situasi seperti ini tidak saja harus sehat secara jasmani tapi mental juga harus sehat. Musik adalah sebuah terapi yang dapat membantu untuk rileks di masa-masa yang penuh kekhwatiran dan kecemasan. Melalui musik yang kami ciptakan ini, kami ingin menghibur mereka yang tetap di rumah saja," kata Dadang SH Pranoto, vocalis Dialog Dini Hari.

Dalam pertunjukan online yang akan dilaksanakan selama kurang lebih 50 menit, Dialog Dini Hari yang terdiri dari Dadang SH Pranoto (vokal dan gitar), Brozio Orah (bass), dan Deny Surya (drum) membawakan delapan lagu yang melantunkan melodi blues, folk dan ballad.

Lagu-lagu yang mereka bawakan diantaranya Pralaya, Pelangi, Pohon Tua, Cahaya Perkasa, Hyena, Lengkung Langit dan dua lagu yang belum lama ini dirilis, yaitu Garis Depan dan Kulminasi II.

Sederetan lagu tersebut diharapkan dapat menghibur hati penonton yang tetap di rumah saja.

"Kita tetap bisa berkarya dengan menggunakan teknologi yang ada. Walau diselenggarakan melalui online, kita akan tetap menggarap pertunjukan musik ini dengan profesional tanpa mengurangi konteks sebuah pertunjukan. Baik dari tata panggung, setting sound serta lighting yang optimal. Yang membedakan hanya penonton yang tidak hadir secara langsung di acara. Penonton bisa menikmati pertunjukan musik ini dari rumah melalui layar komputer, laptop, maupun ponsel," kata Anom Darsana selaku pendiri dari Antida Music Productions.

Pertunjukan musik online ini disajikan secara apik melalui framing visual oleh estmovie.

Dibawah naungan Erick Est, sutradara film kawakan di Bali, estmovie menyuguhkan sebuah pertunjukan yang mampu dinikmati dimanapun oleh khalayak masyarakat.

"Jaman ini adalah jaman visual, dan sekarang semua menuju kesana. Mungkin suatu saat tidak ada lagi konser di luar dan semuanya akan konser melalui live streaming dengan menggunakan aplikasi media sosial apapun. Jadi, sudah saatnya kita bersiap dan menerima kondisi dengan kemajuan yang begitu pesat. Baik di bidang teknologi maupun visual. Namun, tentunya kita semua berharap keadaan akan segera pulih seperti semula, dan itu hanya sebuah harapan," kata Erick Est, director estmovie.

Dengan adanya pertunjukan musik online ini, diharapkan dapat memberi semangat kepada penggiat seni untuk terus berkarya sekaligus dapat menghibur masyarakat di rumah. (*).

Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved