Breaking News:

Corona di Bali

Order Menurun Sampai 50 Persen, Perajin Lukisan Kamasan Berinovasi Jual Kipas Hingga Keben

Di tengah pandemi Covid-19, perajin lukisan Kamasan tetap melukis dan berinovasi di media lainnya, seperti kerajinan kipas, tas dan keben

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Pelukis Wayang Kamasan Ni Made Sinarwati dan suaminya I Wayan Pande Sumantra tetap mencoba produktif di saat masa pandemi Covid-19, Minggu (5/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Lukisan Wayang Kamasan berbagai ukuran tampak tertata rapi di teras rumah I Wayan Pande Sumantra di Banjar Pande, Desa Kamasan, Klungkung, Bali, Minggu (5/7/2020).

Masa pandemi Covid-19 saat ini, membuat galeri sederhana milik Sumatra itu sementara ini sepi dikunjungi wisatawan.

Namun kondisi ini tidak membuat seniman Asli Desa Kamasan itu berdiam diri.

Pande Sumantra dan istrinya, Ni Made Sinarwati tetap melukis dan berinovasi di media lainnya, seperti kerajinan kipas, tas dan keben.

Kerajinan ini pun tetap laku di pasaran, dan bisa menopang pendapatan dari seniman lukis Wayang Kamasan tersebut.

"Mulai bulan Maret atau semenjak pandemi ini, mulai lesu. Biasanya ada saja wisatawan ke sini," ungkap Wayan Pande.

Selama pandemi Covid-19 ini, sangat jarang ia mendapatkan order lukisan.

Justru kerajinan kipas yang dilukis motif Wayang Kamasan yang menurutnya saat ini masih laku di pasaran, walaupun ordernya rata-rata turun 50 persen dibandingkan saat nomal dulu.

Namun order kerajinan kipas itu selalu ada.

"Biasanya yang banyak order itu kipas kayu bermotif Wayang Kamasan. Walau tidak sebanyak sebelum pandemi, tapi ada lah order. Setidaknya usaha ini bisa berjalan. Ada juga beberapa yang order tas dan keben," jelas istri dari Wayan Pande, Ni Made Sinarwati.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved