Breaking News:

Pemkab Gianyar Percantik Jalan Dharma Giri Gianyar

Pemkab Gianyar terus melakukan pembenahan terhadap fasilitas di pusat Kota Gianyar, Bali.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Foto: Bupati Gianyar, Made Mahayastra saat meninjau proyek penataan pedestrian dan taman di Jalan Dharma Giri, Gianyar, Minggu (5/7/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYARPemkab Gianyar terus melakukan pembenahan terhadap fasilitas di pusat Kota Gianyar, Bali.

Selain merenovasi Lapangan Astina Gianyar dengan anggaran Rp 22 miliar, Pemkab Gianyar juga mulai mempercantik pinggiran-pinggiran jalan utama di pusat kota Gianyar.

Satu diantaranya Jalan Dharma Giri.

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Minggu (5/7/2020), di Jalan Dharma Giri Gianyar ini, Pemkab Gianyar membuat proyek pedestrian (jalur pejalan kaki) dilengkapi dengan taman dengan panjang proyek satu kilometer.

Kronologi Ratusan Ojol Geruduk Rumah Terduga Pelaku Penendang Driver Ojol Hingga Jatuh Terjungkal

Program Langit Biru Dimulai Hari Ini di Denpasar, Konsumen Bisa Nikmati Pertalite Harga Promo

Ikut UTBK SBMPTN 2020, Peserta Datang Dua Jam Sebelum Ujian, UI Terapkan Physical Distancing

Dimana, proyek yang telah berlangsung tersebut, dianggarkan sekitar Rp 3 miliar.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra pun telah meninjau pembangunan proyek pedestrian dan taman di pinggir jalan Dharma Giri tersebut, kata dia, sebagai percontohan, di tahun ini pihaknya hanya melakukan penataan sepanjang satu kilometer.

Jika nantinya hal tersebut sangat bermanfaat dan keberadaannya memberikan nilai positif terhadap Gianyar, bukan tidak mungkin, pihaknya akan melakukan penataan di setiap jalan di Kabupaten Gianyar.

“Tahun ini kita laksanakan (penataan) sepanjang 1 kilometer,” ujar Mahayastra.

Diketahui, Agus Mahayastra merupakan Bupati Gianyar yang gemar terhadap lingkungan tertata.

Selain menata tepat umum, sejak Mahayastra menjabat sebagai orang nomer satu di Pemkab Gianyar, ia merombak habis halaman kantor.

Bahkan bangunan-bangunan di areal belakang kantor bupati, yang sebelumnya dijuluki rumah hantu, kini dibongkarnya dan dibangun sebuah taman.

Selain menyulap rumah hantu sebagai taman, Mahayastra juga merubah taman di depan kantor bupati, yang awalnya gersang dan ditanami tanaman seadanya, kini dibangun sebuah tanam bergaya Jepang, dengan layout point tanaman bonsai.

Mahayastra selama ini juga mengatakan, pihaknya memiliki keinginan besar, yakni membuat jaringan kabel bawah tanah.

Namun hal tersebut sampai saat ini belum bisa terwujud.

Diduga disebabkan biaya pembuatan jaringan utilitas yang relatif besar. (*).

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved