Breaking News:

Dari 102 Pasien Covid 85 di Antaranya OTG, Virus di Buleleng Makin Sulit Dideteksi

Satgas Covid- 19 Buleleng mulai melakukan rapid test secara acak di tempat-tempat padat aktivitas, salah satunya adalah pasar.

Pixabay
Update Covid-19 di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pasien terkonfirmasi positif Covid- 19 di Buleleng saat ini didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG).

Dari 102 pasien positif Covid- 19, 85 di antaranya adalah OTG.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Buleleng pun mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti protokol kesehatan selama beraktivitas.

Sekda Buleleng yang juga Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, jumlah OTG yang positif Covid- 19 hampir mencapai 85 persen.

Namun dari 85 OTG yang positif Covid, 81 di antaranya sudah sembuh.

Empat sisanya, masih diisolasi di RS Pratama Giri Emas, Sawan.

Menurut Suyasa, para OTG baru menyadari terpapar Covid- 19, setelah ditracing oleh petugas medis.

Hal ini diakui Suyasa, cukup berbahaya dan dapat menimbulkan penyebaran Virus Corona kian meluas, karena virus sulit terdeteksi.

"OTG ini kami temukan dari hasil tracing, karena mereka melakukan kontak dengan PDP terkonfirmasi positif Covid- 19. Ini sangat berbahaya dan dapat menimbulkan penyebaran virus meluas, karena OTG sama sekali tidak merasakan gejala atau sakit, namun ada virus di dalam tubuhnya," terang Suyasa, Selasa (7/7/2020).

Melihat kondisi ini, Suyasa mengimbau kepada seluruh masyarakat Buleleng, untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan rutin mencuci tangan dengan sabun.

"Siapa pun bisa menjadi OTG, oleh karena itu kita semua harus disiplin menjalankan protokol kesehatan, agar tidak menularkan virus ke orang lain," terangnya.

Rapid Test Acak

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Buleleng, mulai melakukan rapid test secara acak di tempat-tempat padat aktivitas, salah satunya adalah pasar.

Rapid test secara acak ini dilakukan untuk mendeteksi OTG.

"Kami sudah melakukan rapid test secara acak di enam pasar baik yang dikelola oleh PD Pasar atau desa, syukur hasilnya sejauh ini non-reaktif," pungkas Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Buleleng, Gede Suyasa. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved