Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah di Denpasar Kurang Dari 10 Persen
Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah di Denpasar Kurang Dari 10 Persen
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tahun ajaran baru sesuai jadwal yang dikeluarkan oleh pemerintah akan dimulai pada 13 Juni 2020.
Akan tetapi sampai saat ini pembelian seragam sekolah masih sepi.
Seperti yang terlihat di salah satu penjual seragam sekolah di kawasan Jalan Gajah Mada Denpasar.
Hampir tak ada orang tua siswa maupun siswa yang datang untuk membeli seragam pada Selasa (7/7/2020).
Salah satu penjual seragam, Bagus Windia Darta mengatakan biasanya pembelian seragam ini sudah dimulai awal Juni.
"Mungkin karena belum jelas waktunya dan sistem belajarnya jadi mereka kan belum mau membeli. Walaupun ada isu tanggal 13 Juli 2020, tapi kan masih ragu," katanya.
Bahkan selama sebulan ini penjualan seragam sekolah kurang dari 10 persen.
"Kalau sehari-harinya yang datang membeli seragam sekolah itu hampir nol," katanya.
Ia juga mengeluh, selama pandeni Covid-19 hampir tidak ada yang membeli seragam sekolah.
"Tahun lalu awal Juni sudah mulai ramai, biasanya sampai awal Juli, karena tanggal 15 atau tanggal 13 Juli sudah sekolah," katanya.
Walaupun ada, ia mengaku kebanyakan pembeli merupakan siswa Muslim yang sekolah di Madrasah.
Itupun didominasi siswa luar Bali.
Untuk seragam yang dijualnya ini semuanya didatangkan dari Jawa.
Ia berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga siswa kembali sekolah seperti biasa dan seragam yang dijualnya menjadi laku.
Ia pun berharap ada kejelasan penetapan tanggal sekolah dan sistem sekolahnya sehingga orang tua siswa bisa menentukan kapan waktunya membeli seragam.
"Untuk harganya sesuai ikurun. Misal seragam SD satu stel lengkap dari Rp 110 ribu hingga Rp 120 ribu," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/toko-seragam-denpasar.jpg)