Breaking News:

Petugas KPU Jembrana Jalani Rapid Tes Jelang Coklit

KPU Kabupaten Jembrana melaksanakan rapid test ke sejumlah calon PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih).

Istimewa
Rapid tes yang dijalani petugas PPDP KPU Jembrana, Selasa (7/7). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Menjelang pelaksanaan coklit (pencocokan dan penelitian) data pemilih Pilkada Jembrana 2020, KPU Kabupaten Jembrana melaksanakan rapid test ke sejumlah calon PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih).

Pelaksana coklit ini sesuai dengan protokol kesehatan yang wajib dilakukan oleh KPU Jembrana sebagai penyelenggara pemilu.

Terlebih lagi, ini menjadi hal supaya pemilih nantinya yakin terhadap protokol yang dijalankan oleh petugas KPU.

Anggota KPU Jembrana Bidang Divisi Sosialisasi SDM dan Parmas, Made Widiastra mengatakan, bahwa dilakukannya rapid tes kepada petugas PPDP itu memang berkaitan dengan menjaga protokol penanganan covid 19.

Dimana setiap petugas wajib sehat dan terhindar dari penyakit corona. Sehingga, selain menyukseskan pemilukada Jembrana, juga tetap mematuhi aturan protokol yang ditetapkan oleh KPU Pusat, Provinsi dan kesepakatan penyelenggara pemilu lainnya.

"Sesuai tagline kita Penyelenggara Sehat Pemilih Selamat kita melakukan rapid test terhadap semua penyelenggara yang akan bertugas," ucapnya Selasa (7/7).

Ia menuturkan, bahwa PPDP akan melaksanakan tugas pencoklitan dari tanggal 15 juli sampai 13 Agustus 2020.

PPDP yang dirapid sebanyak TPS yakni 640 orang. Atau satu TPS satu PPDP.

Pelaksanaan Rapid dilaksanakan di sepuluh Puskesmas di lima kecamatan yang ada di Jembrana.

"Untuk rapid PPDP ini kita jadwalkan dari tanggal 6 sampai 9 juli. hingga saat ini sudah 636 orang yang melaksanakan Rapid. Dengan hasil 3 orang dinyatakan reaktif dan sisanya Non reaktif," ungkapnya.

Sesuai ketentuan, sambungnya, bahwa calon PPDP yang reaktif dilakukan penggantian. Sehingga PPS harus mengusulkan kembali calon PPDP pengganti sebelum PPDP ditetapkan.

"Sekali lagi kami ingin memastikan bahwa penyelenggara kita sehat sebelum melaksanakan tugasnya," imbuhnya.

Ia menambahkan, karena itu, saat proses Pemilukada yang dijadwalkan pada 9 Desember mendatang. Maka, masyarakat tidak perlu takut menerima PPDP pada saat coklit. Selain itu PPDP yang bertugas nantinya akan dibekali dengan APD (alat pelindung diri) dan wajib menaati protokol covid 19.

"Petugas kami semua akan lengkap dengan APD. Jadi ada penutup kepala, sarung tangan, hingga masker dan baju pelindung diri," bebernya. (ang).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved