Breaking News:

Wartawan Senior Diperiksa Polda Bali Atas Kasus Sengketa Tanah, Ini Kronologinya

Wartawan Senior Diperiksa Polda Bali Atas Kasus Sengketa Tanah, Ini Kronologinya

Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Wartawan senior Joko Sugianto (dua dari kanan) seusai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Bali, Selasa (7/7/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kasus pemalsuan kwitansi jual beli tanah yang dilaporkan oleh pekak (kakek) berusia 73 tahun, Ketut Gede Pujiama ke Polda Bali memasuki babak baru.

Terlapor Wayan Padma ternyata juga melaporkan balik dengan tuduhan penyerobotan tanah seluas 1,5 are di Kalan Batah Duluh Sari, Gang Merak, Sesetan, Denpasar

Tuduhan Padma ditujukan kepada Wartawan senior, Joko Sugianto yang selaku pembeli tanah ke pihak Pujiama tahun 2010 silam. 

Selasa (7/7/2020), Joko sapaan akrabnya, dipanggil oleh penyidik Reskrimum Polda Bali untuk dimintai keterangan.

Selama pemeriksaan, Joko Sugianto didampingi tim LBH KAI Bali, Agus Samijaya dkk. 

Usai pemeriksaan, Agus Samijaya mengatakan kliennya dimintai  klarifikasi atas tuduhan Padma bahwa Joko Sugianto membangun rumah atau menyerobot tanahnya seluas 1,5 are.

"Bagaimana klien kami (Pak Joko) dituduh menyerobot. Dia membeli secara sah pada Pujiama jauh sebelum sertifikat atas nama dia (Padma, red) terbit . Tanah itu juga sudah dibangun rumah permanen serta ditempati," kata Agus Samijaya usai pemeriksaan kliennya.

Samijaya mengungkapkan bahwa Joko Sugianto sebelumnya sempat diusir oleh pihak Padma.

Sebelum mengusir Joko Sugianto, lanjut dia, diketahui Padma pernah mengusir warga di lokasi itu dan selanjutnya menjual ke orang lain.

Dalam menjalankan aksinya, Padma diduga melibatkan banyak oknum lintas profesi termasuk preman.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved