Breaking News:

Corona di Bali

New Normal, Pengelola Destinasi & Akomodasi Wisata di Gianyar Wajib Kantongi Sertifikat

Ada aturan baru yang harus dilakukan setiap pengelola destinasi ataupun pemilik akomodasi pariwisata di Gianyar harus mengantongi sertifikat

Dok Bali Safari
Bali Safari &Marine; Park juga turut dalam perayaan Valentine dengan mengajak pengunjung berbagi kasih dengan para satwa liar yang bisa ditemukan di Bali Safari & Marine Park. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Dalam era new normal pasca pandemi Covid-19, ada aturan baru yang harus dilakukan setiap pengelola destinasi ataupun pemilik akomodasi pariwisata di Kabupaten Gianyar, Bali.

Yakni, harus mengantongi sertifikat.

Dimana sertifikat yang berkaitan dengan protokol kesehatan ini, diajukan ke Dinas Pariwisata Gianyar.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Gianyar, Rabu (8/7/2020) sebelum Dispar Gianyar mengeluarkan sertifikat, pihak yang meminta sertifikat tersebut bisa mengajukan permohonan sertifikat via email.

China Punya Gunung Api Besar Berusia 140 Juta Tahun di Bawah Hong Kong

Putusan MA Dinilai Tak Batalkan Penetapan Jokowi-Maruf sebagai Pemenang Pilpres, Ini Kata Peneliti

Tamara Bleszynski Tutup Teh Manis Selama 3 Bulan Saat Pandemi Melanda, Donasi Sebesar 50 Juta 

Dimana dalam pengajuan tersebut, dicantumkan jenis penerapan protokol kesehatan Covid-19 saat objek tersebut beroperasi.

Nantinya, Disparda akan melakukan verifikasi terhadap pengajuan tersebut.

Hal yang diverifikasi tersebut meliputi, kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas kesehatan Covid-19.

Sejauh ini, destinasi pariwisata yang telah lulus verifikasi hanya Bali Safari and Marine Park.

Sementara objek wisata Monkey Forest Ubud dan Tirta Empul, memang telah disiapkan dari awal oleh pemerintah sebagai pilot project pariwisata new normal.

Kepala Dispar Gianyar, Anak Agung Gede Putrawan membenarkan hal tersebut. kata dia, sertifikat tersebut wajib dikantongi setiap pengelola, baik objek pariwisata, maupun akomodasi seperti hotel, restoran, dan sebagainya.

Kata dia, dengan mengantongi sertifikat tersebut, maka ia diperbolehkan menerima wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Jika sudah mengantongi sertifikat, maka mereka boleh beroperasi. Namun tetap, kita batasi jumlah wisatawan yang masuk. Sejauh ini, yang mengajukan sertifikat sudah ada sebanyak sembilan usaha pariwisata. Tapi yang baru lolos verifikasi hanya satu, yakni Bali Safari. Terkait Monkey Forest dan Tirta Empul, itu memang kita yang sudah menyiapkan dari awal sebagai pilot projek,” ujarnya.

Namun, terkait tatanan protokol aktivitas masyarakat di era new normal ini, masih belum diketahui.

Sekda Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya saat ditanyakan terkait hal tersebut mengatakan, pihaknya meminta untuk menunggu.

“Harap tunggu sebentar, nanti ada Surat Edarannya. Paling lambat besok,” ujar Wisnu. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved