Breaking News:

Oknum Kelian Adat di Seririt Terjerat Kasus Pungli

Oknum Kelian Desa Adat di wilayah Kecamatan Seririt, berinisial Jero Mangku MS, ditahan di Mapolres Buleleng

NET
Ilustrasi uang 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Oknum Kelian Desa Adat di wilayah Kecamatan Seririt, berinisial Jero Mangku MS, ditahan di Mapolres Buleleng.

Ia terjerat kasus pungutan liar (pungli) terhadap PT Adi Jaya selaku pengembang perumahan di Desa Pengastulanl, Kecamatan Seririt.

Kasat Reskrim Polres Bulelebg, AKP Vicky Tri Haryanto dikonfirmasi Kamis (9/7) membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan, penahanan ini dilakukan setelah pihaknya mengantongi cukup bukti untuk melakukan proses hukum lebih lanjut, pasca menerima laporan dari masyarakat adanya dugaan pungli yang dilakukan oleh Jero Mangku MS.

"Yang bersangkutan benar sudah kami tahan, namun terkait materinya belum dapat kami beberkan. Karena masih ada indikasi lain," singkatnya.

Kasus pungli terjadi sejak 2019 lalu, namun baru dilaporkan ke Mapolres Buleleng belum lama. Selain sang kelian adat, ada beberapa orang yang diduga ikut terlibat dalam kasus pungli tersebut.

"Sejauh ini saksi baru empat orang yang diperiksa. Tidak menutup kemungkinan ada orang lain yang terlibat. Kasus kamu kembangkan, sehingga dalam waktu dekat bisa kami ekspose ke media," ucapnya.

Menurut informasi, Jero Mangku MS diduta melakukan pungli terhadap PT Adi Jaya sebesar Rp 130 juta. Uang itu disebut-sebut telah dibagikan kepada tujuh orang. Kasua pun sejatinya sempat dimediasi melalui Kerta Desa, agar uang pungli segera dikembalikan. 

Beberapa oknum pun akhirnya telah mengembalikan hasil pungli itu. Sementara Jero Mangku MS yang mendapatkan jatah sebesar Rp 44.5 juta belum mengembalikan uang pungli, hingga batas waktu yang telah ditetapkan yakni Desember 2019.

Sementara Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Buleleng, Dewa Putu Budharsa mengaku belum menerima laporan terkait penahanan terhadap Jero Mangku MS. 

Kendati demikian, ia menyerahkan sepenuhnya kepada polisi bila benar Jero Mangku MS terbukti melakukan pungli. “Saya belum dapat informasi terkait kasus itu,” ucapnya.
Dengan telah ditetapkannya Jero Mangku MS sebagai tersangka, Budharsa mengaku tidak memiliki kewenangan untuk mencabut statusnya sebagai Kelian Desa Adat. Mengingat pemilihannya dulu dilakukan oleh krama di desa setempat. “Lain halnya kalau dia bermasalah dengan hukum adat dengan warga seperti berkelahi, baru bisa kami memediasi. Tapi kalau sudah seperti kasus pungli, itu jadi ranah polisi, dan kami menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada polisi” terangnya.
Melihat kasus yang menimpa Jero Mangku MS, Budharsa mengimbau kepada seluruh Kelian adat yang ada di Buleleng, untuk tidak melakukan pelanggaran hukum dan menyalahi aturan-aturan adat. “Imbauan seperti tidak melakukan pelanggaran hukum sudah dari dulu kami sampaikan. Tapi kalau sudah terjerat kasus seperti ini kami tidak ikut mencampuri,” tutupnya. (rtu)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved