Breaking News:

Corona di Bali

Ditinggal Kabur Kontraktor, Karim Betah Jualan Masker

Ahmad Karim memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan berjualan masker kain.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Foto: Ahmad Karim saat berjualan masker di bahu jalan di kawasan Gianyar, Jumat (10/7/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pria setengah baya, Ahmad Karim, tampak sibuk menata lapaknya di atas motornya di sebuah jalan umum di Gianyar, Bali, Jumat (10/7/2020).

Pria asal Jember, Jawa Timur yang ngontrak di Blahbatuh ini, kini memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan berjualan masker kain.

Karim mengatakan, usaha kecil-kecilan itu baru gelutinya sejak tengah bulan lalu.

Dimana sebelumnya, ia bekerja sebagai buruh bangunan dengan bayaran sekitar Rp. 125 ribu per hari.

Tertahan di Atas Perahu, Nelayan Asal Bunutan Akhirnya Ditemukan Setelah Teriak Minta Tolong

Konsumsi Bahan Bakar Avtur di Wilayah Jatim Bali Nusra Mulai Meningkat Memasuki Bulan Juli 2020

Pikiran Susah Fokus hingga Tingkatkan Risiko Alzheimer, Dampak Tidur Larut Malam dan Bangun Siang

Namun tanpa alasan jelas, kontraktor tempat ia menggantungkan hidup justru kabur, dan tidak membayar upah hariannya selama dua hari.

“Sebelumnya saya kerja ngikut orang jadi buruh bangunan. Tapi pemborongnya malah kabur. Upah dua hari saya tidak dibayar. Saya sih gak apa, tapi kasihan teman-teman yang lain,” ujar Karim.

Saat itu, Karim sempat kebingungan untuk menyambung hidup.

Terlebih lagi dirinya tidak bisa pulang ke Jawa Timur, karena saat itu pemerintah tidak memperbolehkan.

Sementara disini, ia harus membayar kontrakkan.

Karena itu, ia pun nekat menjadi penjual masker.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved