Breaking News:

Citizen Journalism

Problematika Permanenisasi Pembelajaran Jarak Jauh Pasca Pandemi

Transisi metode pembelajaran tradisional yang semula berlangsung dengan tatap muka di kelas berubah menjadi pertemuan melalui media online

Editor: Irma Budiarti
Pexels
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh. 

Bagi sebagian besar orangtua memerankan peran sebagai pencari nafkah dan mendampingi anak mereka untuk belajar secara penuh merupakan sebuah dilemma.

Pendidikan jarak jauh mungkin hanya akan sangat efektif untuk jenjang pendidikan menengah ke atas dibandingkan dengan jenjang menengah ke bawah.

Sebagian besar penduduk di wilayah perdesaan dan bekerja di sektor informal akan kehilangan kesempatan untuk bekerja jika harus mendampingi anaknya sekolah.

Tidak dapat dipungkiri pembelajaran jarak jauh menuntut kolaborasi antara pendidik dan orangtua serta lingkungan sekitar agar dapat berjalan dengan efektif.

Orangtua bertanggung jawab sebagai teman dan motivator belajar sedangkan guru berperan sebagai kontrol dan pemandu siswa memastikan semua materi tersampaikan dengan baik .

Tantangan berikutnya adalah kesiapan sarana prasarana pendukung.

Disparitas kondisi geografis yang berbeda-beda antar satu wilayah.

Menurut data pada laman resmi Badan Pusat Statistik tahun 2018 terdapat 6.676 desa atau kelurahan di Indonesia yang tidak memiliki menara BTS dan tidak ada sinyal telepon seluler.

Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi ketimpangan infrastruktur telekomunikasi adalah Palapa Ring.

Dikutip dari laman resmi Kominfo.go.id, Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved