Corona di Bali

Progres Pembentukan Tim Verifikasi di Bangli Capai 80 Persen

Pemerintah Kabupten Bangli kini tengah membentuk tim verifikasi jelang kembali dibukanya pariwisata Bali

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kadisparbud Bangli I Wayan Adnyana. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pemerintah Kabupten Bangli kini tengah membentuk tim verifikasi jelang kembali dibukanya pariwisata Bali.

Informasi yang dihimpun, kesiapan pembentukan tim tersebut telah mencapai 80 persen.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli I Wayan Adnyana mengungkapkan, pembentukan tim verifikasi ini bertujuan menilai kesiapan objek wisata di Bangli sebelum kembali beroperasi.

Khususnya dalam penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung.

“Seperti penyiapan tempat cuci tangan, thermo gun, dan sebagainya,” ujar Adnyana, Jumat (10/7/2020).

Tim verifikasi terdiri dari staf Disparbud Bangli dan PHRI Bangli.

Anggota tim terdiri dari 10 orang, dan seluruhnya telah mendapatkan pelatihan dari provinsi.

Sedangkan progresnya, Adnyana membenarkan jika pembentukan tim verifikasi telah mencapai 80 persen.

“Saat ini sedang penyiapan regulasinya di Bagian Hukum Setda Bangli,” ucapnya.

Di lain sisi, Kadis asal Desa Batur ,Kintamani itu mengatakan saat ini baru objek wisata Kintamani yang telah dibuka terhitung sejak Kamis (9/7/2020).

Sedangkan pengenaan pungutan retribusi masuk baru berlaku pada hari Jumat (10/7/2020).

“Kalau di daya tarik wisata pemerintah lainnya seperti Pura Kehen dan Penglipuran belum buka. Karena untuk Penglipuran masih melakukan sangkep di adat. Mungkin dalam waktu dekat ini, sembari mempersiapkan protokol kesehatan,” katanya.

Alasan dibukanya objek wisata Kintamani, imbuh Adnyana, lantaran sesuai tinjauan awal sejumlah industri pariwsiata seperti restoran dan coffee shop telah siap dengan protokol kesehatan.

Kendati demikian, pihkanya menegaskan seluruh industri pariwisata tersebut akan tetap diverifikasi, setelah tim resmi dibentuk.

“Saat ini dibuka hanya untuk wisatawan lokal Bali. Sedangkan tim verifikasi ini dibentuk untuk mempersiapkan sejumlah industri pariwisata ketika nantinya pariwisata kembali dibuka baik secara nasional. Sehingga lebih meyakinkan para wisatawan ketika berkunjung ke wilayah Bangli,” tandasnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved