Breaking News:

Stok Darah Menipis, PMI dan PDDI Bali Gelar Program Donor Darah dengan Target 225 Kantong

Program donor darah ini didasari karena pengaruh pandemi Covid-19 terhadap stok darah di PMI Bali yang menurun hingga 70 sampai 80 persen,

Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/M. Firdian Sani
Suasana pengambilan darah di markas besar PMI Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Jumat (10/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali bekerjasama dengan PDDI Bali kembali mengadakan kegiatan 'Donor Darah Berbagi, Bersama PMI', Jumat (10/7/2020) di Markas PMI Provinsi Bali, Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat, Bali.

Program donor darah ini didasari karena pengaruh pandemi Covid-19 terhadap stok darah di PMI Bali yang menurun hingga 70 sampai 80 persen, hal itu juga menyebabkan sulitnya pasien anemia, thalassemia, maupun pasien pendarahan mendapat bantuan darah.

"Jadi hari ini adalah acara donor darah dalam rangka mengisi kekosongan stok darah di unit donor darah, karena kita juga setiap harinya menyediakan 120 kantong untuk keperluan  masyarakat lewat rumah sakit- rumah sakit," kata Kepala PMI Provinsi Bali, I Gusti Bagus Alit Putra kepada Tribun Bali.

Mantan Bupati Badung periode 1990-2000 itu juga mengakui jika stok darah di PMI ini menurun dan mengalami kendala akibat pandemi Covid-19, ia pun menyiasatinya dengan mencari pendonor pengganti.

Kendalikan Peredaran Narkotik dari Dalam Lapas,Kadek Rusdi Kembali Diganjar Hukuman 12 Tahun Penjara

Kasus Baru Covid-19 Melonjak, Partai Demokrat Nilai Pemerintah Salah Ambil Kebijakan New Normal

Pemprov Tinjau Penerapan Protokol New Normal Pasar Tradisional di Gianyar

"Sejak pandemi ini masih bisa terpenuhi walaupun masih ada kesulitan. Kesulitan itu kita siasati dengan memakai donor pengganti. Biasanya kita carikan dari kalangan keluarganya yang memiliki golongan darah yang sama," jelasnya.

Bapak yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bali ini mengungkapkan jika warga yang datang untuk mendonorkan darahnya akan diberi imbalan berupa sembako dan kebutuhan pangan lainnya.

"Kita siapkan 250 sembako, kita berikan timbal balik bagi mereka yang mau mendonorkan darahnya, jadi kami berikan bingkisan berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya itu supaya mereka bisa terbantu perekonomiannya di masa covid ini," papar dia.

Sementara itu, Ketua PDDI Bali Ketut Pringgantara menyampaikan jika dalam pendonoran kali ini, PMI dan PDDI menargetkan 225 kantong darah guna bisa menopang UTD PMI Bali untuk memenuhi kebutuhan darah bagi pasien.

"Target hari ini kita akan kumpulkan 225 kantong darah. Kita lihat yang sudah daftar online sudah lebih dari 200 orang, sementara ada dari sebagian mereka yang datang dan daftar manual. Tidak semua yang ke sini bisa donor darah karena memang sebelumnya kami mengecek HB, tensi, serta administrasinya dahulu," jelasnya.

Kalau dari ketiga syarat itu terpenuhi maka masyarakat baru boleh diambil darahnya.

Pringgantara juga sangat mengapresiasi antusias masyarakat Bali karena dinilainya sangat peduli terhadap gaya hidup sehat dengan melakukan donor darah.

"Luar biasanya, saya apresiasi sekali masyarakat Bali karena saya yakin masyarakat Bali sangat mengerti tentang arti kesehatan. Kedepannya kita akan rajut kembali dan kembangkan untuk kita gaungkan gaya hidup sehat dengan donor darah ini ke seluruh pelosok masyarakat Bali," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved