Breaking News:

Tukar Sampah Plastik dengan Beras di Banjar Kelingkung Gianyar

Warga berbondong-bondong membawa sampah plastik ke Bale Banjar Kelingkung untuk ditukar dengan beras

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Tukar sampah plastik jadi beras di Bale Banjar Kelingkung, Desa Lodtunduh, Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu (11/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Nyoman Mahayasa

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Warga berbondong-bondong membawa sampah plastik ke Bale Banjar Kelingkung, Desa Lodtunduh, Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu (11/7/2020).

Sampah yang dibawa warga akan ditukar dengan beras.

Dalam waktu kurang dari 5 jam, 667 kilogram sampah plastik terkumpul.

Menurut Kelian Dinas Banjar Kelingkung I Ketut Balik, program pemberian beras ini bertujuan membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Tukar sampah plastik jadi beras di Bale Banjar Kelingkung, Desa Lodtunduh, Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu (11/7/2020).
Tukar sampah plastik jadi beras di Bale Banjar Kelingkung, Desa Lodtunduh, Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu (11/7/2020). (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Selain itu juga bertujuan mengurangi pencemaran sampah, khususnya sampah plastik.

"Ini untuk membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19, 1 kilogram sampah plastik dapat 1 kilogram beras," ucapnya.

Ia mengaku hanya melanjutkan program yang pernah ada di Desa Sayan, Ubud.

Awalnya ia pesimis dengan kegiatan ini, namun dia mendapat banyak dukungan dari sejumlah pemuda, komunitas kedas, warga, serta donatur yang menyumbangkan beras dan uang.

Karena melihat respons masyarakat yang sangat antusias, ia berencana melanjutkan kegiatan itu lagi.

Tukar sampah plastik jadi beras di Bale Banjar Kelingkung, Desa Lodtunduh, Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu (11/7/2020).
Tukar sampah plastik jadi beras di Bale Banjar Kelingkung, Desa Lodtunduh, Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu (11/7/2020). (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Puluhan sampah dalam karung tersebut diangkut dengan mobil truk dan akan didaur ulang.

Mang Adi, pemilik gudang sampah plastik di Sukawati mengatakan, sampah akan dikumpulkan terlebih dulu.

"Saya kumpulkan dulu sampah tersebut, lalu dipilah kemudian dipres dan saya kirim ke tempat pengolahan sampah untuk didaur ulang," ucapnya.

Made Janur sebagai donatur dan pendukung kegiatan ini berharap kegiatan yang dilakukan ini bisa menginspirasi lebih banyak banjar atau desa lain, selain peduli terhadap lingkungan juga bisa membantu warga di tengah kesulitan saat ini.

(*)

Penulis: I Nyoman Mahayasa
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved