Corona di Bali

KPU Bangli Akan Rapid Test 20 Anggota PPDP di Wilayah Kintamani

Rapid test bagi badan Adhoc di Bangli, Bali, hingga kini telah memasuki hari keenam

Dok Bangli
Pelaksanaan rapid test bagi badan Adhoc di Bangli, Bali, Sabtu (11/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Rapid test bagi badan Adhoc di Bangli, Bali, hingga kini telah memasuki hari keenam.

Berdasarkan pelaksanaannya, tercatat lima orang reaktif dan masih menunggu hasil swab test.

Ketua KPU Bangli I Putu Pertama Pujawan, Minggu (12/7/2020), mengatakan pelaksanaan rapid test dijadwalkan mulai tanggal 6-14 Juli 2020.

Sedangkan hingga pelaksanaan rapid test saat ini tercatat 32 PPK seluruhnya non reaktif.

Sementara untuk PPS, lanjut Pujawan, dari total 432 orang diketahui 2 orang mendapatkan hasil rapid test reaktif.

Satu di antaranya bahkan telah dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test, dan kini telah dirujuk ke rumah karantina Provinsi Bali.

"Satu orang lainnya telah menjalani swab test pertama dan kedua. Namun hingga saat ini masih menunggu hasilnya," ucap Pujawan.

Sedangkan Petugas Pumutakhiran Data Pemilih (PPDP), lanjutnya, dari 568 orang yang telah menjalani rapid test diketahui empat orang memiliki hasil reaktif.

Keempatnya juga diketahui telah menjalani swab test dan masih menunggu hasilnya.

"Besok akan dilanjutkan lagi kegiatan rapid test, terhadap 20 orang PPDP di wilayah Kintamani," ucapnya.

Pujawan menambahkan, terhadap PPS yang diketahui positif Covid-19, akan menjalani perawatan maupun isolasi mandiri hingga dinyatakan sembuh.

Sedangkan tugas-tugas petugas yang bersangkutan, sementara akan ditangani petugas satu tingkat di atasnya.

"Artinya akan dikerjakan oleh PPK. Begitupun jika ditemukan anggota PPK yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka akan dikerjakan oleh anggota KPU," jelasnya.

Berbeda dengan PPDP, Pujawan mengatakan bagi petugas yang reaktif akan diganti melalui usulan nama dari PPS.

Penggantian ini lantaran masa kerja PPDP hanya berlaku selama satu bulan.

"Kami kan tidak mungkin menunggu hasilnya. Terlebih jika perlu isolasi mandiri selama 14 hari. Maka dari itu lebih baik dilakukan penggantian dan langsung di-rapid test," tandasnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved