Breaking News:

Corona di Bali

Potensi Wisatawan Lokal Terabaikan, Pelaku Pariwisata Bali Lebih Fokus Garap Domestik & Mancanegara

Potensi wisatawan lokal cenderung terabaikan dan pelaku pariwisata lebih fokus pada wisatawan nusantara dan mancanegara

Dokumentasi Pemprov Bali
Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) hadir dalam pemembukaan lomba layangan virtual season 2.0 celepuk vs kupu-kupu vs celepuk di Beach Club Restaurant Puri Santrian Sanur, Denpasar, Bali, Minggu (12/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali secara resmi telah memberlakukan tatanan kehidupan era baru atau new normal yang produktif dan aman dari Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Skema tatanan kehidupan era baru ini dibagi dalam tiga tahap, pertama kali dimulai pada 9 Juli 2020 untuk aktivitas masyarakat lokal.

Lanjut tahap kedua pada 31 Juli 2020 untuk wisatawan domestik dan tahap ketiga pada 11 September 2020, Bali akan dibuka bagi wisatawan mancanegara.

"Khusus untuk aktivitas lokal, seringkali asumsi kita hanya pada kegiatan ekonomi seperti pasar dan UMKM, padahal aktivitas lokal yang dimaksud dalam skema ini juga termasuk sektor pariwisata dengan sasaran masyarakat lokal Bali," kata Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat membuka lomba layangan virtual season 2.0 celepuk vs kupu-kupu vs celepuk di Beach Club Restaurant Puri Santrian Sanur, Minggu (12/7/2020).

Menurut Cok Ace, potensi wisatawan lokal sejatinya tak kalah dengan wisatawan nusantara yang datang dari luar daerah Bali dan mancanegara.

"Baru-baru ini, kawasan wisata Kintamani dipadati masyarakat lokal yang sudah sangat ingin berwisata," kata Panglingsir Puri Ubud itu.

Selama ini, tambah Cok Ace, potensi wisatawan lokal cenderung terabaikan dan pelaku pariwisata lebih fokus pada wisatawan nusantara dan mancanegara.

"Sambil menunggu kedatangan wisatawan nusantara dan mancanegara, potensi wisatawan lokal harus menjadi perhatian untuk kita garap di tengah situasi pandemi yang belum sepenuhnya berakhir. Istilahnya deglobalisasi, dari kita dan untuk kita," tuturnya.

Oleh karena itu, Wagub Cok Ace mengapresiasi ide kreatif penggagas lomba layang-layang virtual yang digelar di tengah pandemi Covid-19.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved