Breaking News:

Ngopi Santai

Menjadi Diri Sendiri dan Masa Bodoh

Kadangkala kita konyol. Karena membaca buku-buku motivasi atau telah ikut pelatihan pengembangan diri, kita kemudian terobsesi untuk terus memperbaiki

Pixbay
Ilustrasi diri atau self 

Jadilah Dirimu Sendiri, dan Masa Bodohlah

TRIBUN-BALI.COM, -- Kadangkala kita konyol. Karena membaca buku-buku motivasi atau telah ikut pelatihan pengembangan diri, kita kemudian terobsesi untuk terus memperbaiki diri. Bukan menerima kekurangan diri.

Ironisnya, tidak jarang perbaikan diri itu mendasarkan pada referensi atau pegangan, salah-satunya, standar lingkungan sosial.

Atau kalau kita karyawan, referensi dan pegangannya adalah target dan tujuan perusahaan. Jika kita pelajar, ukurannya adalah indeks prestasi.

Kalau sudah sesuai target dan standar eksternal itu, kita merasa sudah jadi baik, bahkan lebih baik. Sudah mengalami perbaikan diri.

Akhirnya, kita makin jauh dari diri kita sendiri, dan bisa-bisa malah tidak lagi mengenal diri. "Kehilangan" diri sendiri.

Akan tetapi, problem nyatanya: beranikah Anda berlawanan dengan standar dan penilaian umum?

Beranikah Anda berlawanan arus dengan teman-teman sekantor Anda, dengan teman-teman seangkatan Anda yang menjadikan pujian dari masyarakat, atasan atau rektor masih sebagai target mereka?

Pertanyaan kuncinya: berani dan mampukah Anda menjadi apa adanya Anda dengan segala kemungkinan konsekuesi dan risikonya?

Sepertinya, soalnya bukan sekadar menjadi diri sendiri. Tetapi menjadi diri sendiri yang (seperti) apa/siapa dan bagaimana?

Halaman
12
Penulis: Sunarko
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved