Breaking News:

Corona di Bali

Pelaku Pariwisata Bali Lebih Fokus Garap Domestik & Mancanegara, Begini Pesan Cok Ace

Pelaku pariwisata di Bali selama ini cenderung mengabaikan pasar wisatawan lokal Bali.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Wisatawan di DTW Ulundanu Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelaku pariwisata di Bali selama ini cenderung mengabaikan pasar wisatawan lokal Bali.

Mereka lebih fokus menggarap wisatawan nusantara/domestik dan mancanegara. Padahal, wisatawan lokal Bali juga punya potensi pasar yang besar.

Menurut Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), potensi wisatawan lokal sejatinya tak kalah dengan wisatawan nusantara yang datang dari luar daerah Bali dan mancanegara. Karena itu, potensi wisatawan lokal ini tidak diabaikan begitu saja oleh pelaku pariwisata.

"Baru-baru ini, kawasan wisata Kintamani dipadati masyarakat lokal yang sudah sangat ingin berwisata," kata Cok Ace saat membuka lomba layangan virtual season 2.0 Celepuk vs Kupu-kupu di Beach Club Restaurant Puri Santrian Sanur, Minggu (12/7).

Saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali secara resmi telah memberlakukan tatanan kehidupan era baru atau new normal yang produktif dan aman dari Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Skema tatanan kehidupan era baru ini dibagi dalam tiga tahap.

Pertama kali dimulai pada 9 Juli 2020 untuk aktivitas masyarakat lokal. Lanjut tahap kedua pada 31 Juli 2020 untuk wisatawan domestik, dan tahap ketiga pada 11 September 2020 Bali akan dibuka bagi wisatawan mancanegara.

"Khusus untuk aktivitas lokal, seringkali asumsi kita hanya pada kegiatan ekonomi seperti pasar dan UMKM, padahal aktivitas lokal yang dimaksud dalam skema ini juga termasuk sektor pariwisata dengan sasaran masyarakat lokal Bali," kata Cok Ace.

Panglingsir Puri Ubud itu pun mengimbau pelaku pariwisata di Bali lebih fokus dan serius menggarap wisatawan lokal sebelum menuju tahap kedua dan ketiga dari tahapan kehidupan new normal di Bali.

"Sambil menunggu kedatangan wisatawan nusantara dan mancanegara, potensi wisatawan lokal harus menjadi perhatian untuk kita garap di tengah situasi pandemi yang belum sepenuhnya berakhir. Istilahnya deglobalisasi, dari kita dan untuk kita," ungkap Wagub yang juga Ketua PHRI Bali ini.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved