Breaking News:

Polda Bali Kembali Periksa Saksi Kasus Sengketa Lahan di Sesetan, Denpasar

Pemeriksaan ini terkait duaan pemalsuan kuitansi jual beli tanah di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak Denpasar.

ISTIMEWA
Hadi, saksi dalam kasus dugaan penyerobotan tanah di Sesetan, Denpasar usai diperiksa Ditreskrimum Polda Bali, Selasa (14/7/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ditreskrimum Polda Bali mendalami kasus dugaan penyerobotan tanah yang menimpa kakek berusia 73 tahun I Ketut Gede Pujiama.

Sebelumnya Polda Bali memeriksa saksi Ketut Gede Pujiama. Selasa (14/7/2020), Polda Bali memeriksa saksi Hadi.   

Pemeriksaan ini terkait duaan pemalsuan kuitansi jual beli tanah di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak Denpasar.

Ditanya usai pemeriksaan yang memakan waktu sekitar 1,5 jam, Hadi menjelaskan menempati tanah Pujiama oper kontrak dari Gono (alm) 2014 lalu sebesar Rp 50 juta. 

Tanah seluas 1 are (100 M2) dibangun rumah permanen dengan masa kontrak hingga 2042 dan diperpanjang lagi hingga 2047 mendatang. 

Surat kontrak tanah ditandatangani Pujiama selaku pemilik tanah, Kaling Dukuh Sari, Wayan Sujana serta diketahui Lurah Sesetan, I Nyoman Agus Mahardika. 

Hadi pada penyidik juga menyerahkan bukti perjanjian kontrak, kuitansi pembayaran, surat somasi serta foto peristiwa pengusiran.

"Saya oper kontrak dari Pak Gono kemudian saya perpanjang ke Pak Pujiama,"ujar Hadi.

Bagaimana dengan terlapor Wayan P ? Hadi mengaku kenal Wayan P setelah tahun 2017.

Saat itu Wayan P bersama M meminta Hadi meninggalkan rumahnya karena tanah yang ditempatinya bukan milik Pujiama.  

Halaman
12
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved