Breaking News:

Sponsored Content

Putus Transmisi Lokal Covid-19, Satgas Gotong Royong Desa Pemogan Kerahkan Ratusan Personel

Kepala Desa Pemogan, Made Suwirya mengatakan pihaknya mengerahkan sebanyak 170 personel yang terdiri dari unsur pecalang banjar, Linmas, Bhabinkamtiba

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Aktivitas Petugas Posko Satgas Gotong Royong Covid-19 di Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, pada Selasa (14/7/2020). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Memasuki masa tatanan kehidupan normal baru atau new normal, perlu ada upaya intensif yang dilakukan oleh pimpinan suatu wilayah kelurahan atau desa guna mengantisipasi penyebaran transmisi lokal virus corona.

Selama masa pandemi covid-19 Kelurahan dan Desa di Provinsi Bali, khususnya Kota Denpasar membentuk satuan petugas (Satgas) Gotong Royong guna percepatan penanganan virus corona dengan berbagai langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh masing-masing posko.

Kelurahan dan desa mendirikan posko induk di tiap kantor kelurahan atau kantor desa, selain itu terdapat pos pemantauan di
titik-titik ruas jalan atau titik kerumunan masyarakat.

Seperti halnya Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali yang menjadi salah satu wilayah Zona Merah di Kota Denpasar, yang sudah mengaktifkan Posko Satgas Gotong Royong dalam kurun waktu hampir satu bulan terakhir.

Selain itu ditempatkan pos pemantauan mobile (keliling) di titik kerumunan masyarakat.

Kepala Desa Pemogan, Made Suwirya mengatakan pihaknya mengerahkan sebanyak 170 personel yang terdiri dari unsur pecalang banjar, Linmas, Bhabinkamtibas, Babinsa, Satgas Desa Adat hingga para relawan.

Apa saja 18 Lembaga yang Bakal Dibubarkan Jokowi? Ini Jawaban Menpan RB

Waspadai Gelombang Kedua Covid-19 Saat New Normal, Semua Desa di Denpasar Lakukan PKM Mandiri

Bupati Mahayastra Pelihara Dua Burung Merak di Kantor Bupati

Petugas berjaga secara bergiliran sesuai jadwal yang disusun, dalam satu hari terdapat dua sif pagi hari dan sore hari.

"Kita kerahkan petugas gotong royong sebanyak 170 orang, dibagi dalam 2 sif selama satu bulan ini, satu hari dua sif, pagi jam 8 sampai jam 3 sore, dilanjutkan jam 3 sore sampai jam 10 malam," kata Suwirya saat dijumpai Tribun Bali di Kantor Desa, Selasa (14/7/2020).

Ia menjelaskan, terdapat beberapa program aktivitas Satgas Gotong Royong mulai dari menyusun dan menerapkan teknis protokol kesehatan bagi masyarakat, patroli wilayah, sosialisasi langsung ke masyarakat, pelaksanaan rapid test massal hingga menerima kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) usai menjalani karantina di Rumah Singgah.

Halaman
123
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved