Website Diserang Hacker, Ketua KPU: Tidak Merusak, Tapi Bikin Kerja Jadi Lambat

"Tidak merusak web, tidak merusak aplikasi, tetapi membuat kerja menjadi lambat,” ujar Arief Budiman,

bbc
Ilustrasi hacker 

TRIBUN-BALI.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman memastikan data dan sistem KPU berada dalam kondisi aman.

Meskipun, kata dia, laman lindungihakpilihmu.kpu.go.id yang digunakan untuk data pemilih Pemilihan Serentak Tahun 2020, sempat diserang hacker alias peretas.

“Ketika alamat web kami publikasi, sejak tadi malam web sudah mulai diserang."

"Tidak merusak web, tidak merusak aplikasi, tetapi membuat kerja menjadi lambat,” ujar Arief Budiman, saat launching Gerakan Klik Serentak (GKS) di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Aparat di Kelurahan Sesetan Catat Tempat Usaha yang Tak Sediakan Tempat Cuci Tangan

Daftar Harga iPhone Edisi 15 Juli 2020: Mulai iPhone 7 Plus hingga 11 Pro Max, dan Bocoran iPhone 12

6 Cara Sederhana Atasi Kaki Bengkak Saat Hamil, Pijat hingga Berjalan Kaki

Dia menjelaskan, intensitas serangan para hacker semakin tinggi hingga pagi ini, dan menghambat proses launching yang sudah disiapkan sejak awal.

Menurut dia, launching web bertepatan dengan jadwal dimulainya pelaksanaan kegiatan Pencocokan dan Penelitian (Coklit), untuk meningkatkan kualitas daftar pemilih Pemilihan Serentak 2020.

"Jadi mulai tadi malam sudah diserang, dan tren terus meningkat sampai hari ini."

"Saya sampai dengan tadi pagi masih berharap masih bisa dilakukan dialog langsung dengan daerah, tapi hari ini makin tinggi ya, kuantitas serangannya makin tinggi,” tuturnya.

KPU telah menyiapkan anggota KPU daerah, Bawaslu dari pusat sampai daerah, hingga para tokoh untuk menguji sistem baru ini.

Di antaranya, pedangdut Ayu Tingting dan tokoh nasional Hasan Wirayudha.

Namun, upaya tersebut tertahan serangan para peretas.

"Sudah, kami siapkan beberapa tokoh masyarakat,” tambahnya.

Pilkada serentak 2020 akan digelar di 270 daerah meliputi sembilan provinsi, 37 kota, dan 224 kabupaten.

Jumlah data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 bertambah sebesar 456.256 pemilih.

Rio Loho Amankan Posisi Pertama di Seri Perdana Honda Racing Simulator Championship

Membedakan Peach Gum Palsu dan Asli, Kenali Ciri-cirinya

Google Classroom untuk Belajar Online Gratis di Rumah, Begini Cara Membuat Kelas & Mengundang Siswa

Angka 456.256 pemilih itu merupakan data pemilih pemula tambahan.

Penambahan itu mengakibatkan saat ini total DP4 sejumlah 105.852.716 pemilih, dari sebelumnya 105.396.460 pemilih.(*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Situs Diserang Hacker Lagi, Ketua KPU Bilang Tidak Merusak tapi Bikin Kerja Jadi Lambat,

 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved