Breaking News:

Sejumlah Kegiatan Kepemudaan dan Olahraga Jelang Agustusan di Gianyar Ditiadakan

Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Gianyar memilih meniadakan sejumlah kegiatan, yang sebelumnya menjadi kegiatan tradisi perayaan Agustusan

Istimewa
ilustrasi-Keceriaan dalam lomba menyambut 17 Agustus 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Perayaan 17 Agustusan di tahun 2020 ini, diprediksi tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya.

Hal tersebut dikarenakan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Gianyar memilih meniadakan sejumlah kegiatan, yang sebelumnya menjadi kegiatan tradisi perayaan Agustusan.

Bahkan, termasuk pengibaran bendera yang melibatkan paskibraka.

Berdasarkan data Dispora Gianyar, Kamis (16/7/2020), kegiatan yang ditunda atau ditiadakan dalam perayaan Agustusan dan kegiatan yang bersifat tahunan, mulai dari kegiatan kepemudaan seperti, pembinaan organisasi kepemudaan meliputi; seleksi paskibraka, pembinaan paskibraka, bakti pemuda dan pemuda pelopor dan pelatihan pengusaha muda.

Gelar Pertemuan, China dan Filipina Meredakan Gejolak Hubungan Kedua Negara Soal Laut China Selatan

Akan Terbitkan Inpres untuk Pelanggar Protokol Kesehatan, Presiden Jokowi:Memang Harus Diberi Sanksi

Fungsi dan Efektifitas Pararem Desa Adat di Bali untuk Tatanan Kehidupan Baru Menurut Praktisi Hukum

Di bidang keolahragaa, yang ditiadakan tahun ini mulai dari Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Provisi, kegiatan lomba-lomba pada hari nasional, peningkatan mutu organisasi keolahragaan dan Car Free Day (CFD).

Kepala Dispora Gianyar, Anak Agung Gde Agung membenarkan pihaknya terpaksa menunda atau meniadakan kegiatan tersebut, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi.

 Dimana, kegiatan-kegiatan tersebut rentan menjadi klaster penyebaran covid-19.

“Paskibraka tidak ditiadakan. Untuk anggaran paskibraka sudah ditarik seluruhnya,” ujarnya, namun tak menyebut besaran anggarannya.

Selain kegiatan yang dibidangi pemerintahan, Gung Gde Agung juga berharap desa-desa di Kabupaten Gianyar tidak menggelar kegiatan kepemudaan, yang dapat menimbulkan keramaian.

Dimana seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan Agustus biasanya sejumlah desa menggelar lomba layang-layang dengan tujuan penggalian dana.

“Festival Layang-layang Bupati Cup II nampaknya ditunda penyelenggaraannya.

Kami juga harapkan agar desa-desa yanng biasa meggelar lomba layang-layang agar meniadakan dulu,” harapnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved