Breaking News:

Corona di Bali

Berbagai Kendala yang Menyebabkan Objek Wisata di Gianyar Belum Dibuka Meski New Normal

Menurutnya, ada berbagai kendala yang dialami pihak pengelola sehingga kesulitan mendapatkan sertifikat operasional.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali/Rizal Fanany
Pengunjung naik gajah saat menikmati suasana Bali Zoo, Gianyar, Bali, Selasa (14/7/2020). 

Sekda Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan, pembagian sembako kali ini dilakukan secara serentak.

Sebelum bantuan ini dibagikan pada setiap masyarakat yang terdata, terlebih dahulu ditaruh di enam tempat, yakni Wantilan Pura Samuan Tiga untuk wilayah Kecamatan Gianyar dan Kecamatan Blahbatuh, Wantilan Pura Payogan Agung untuk wilayah Kecamatan Sukawati, Wantilan Pura Dalem Puri Peliatan untuk Kecamatan Ubud.

Wantilan Pura Dalem Kanginan Tegallalang untuk Kecamatan Tegalllalang, Gedung Serbaguna Kantor Camat Tampaksiring untuk wilayah Kecamatan Tampaksiring dan Gedung Serbaguna Kantor Camat Payangan untuk wilayah Kecamatan Payangan.

 “Hari ini kita bagikan secara serentak. Dibagikan langsung oleh masing-masing desa,” ujarnya.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan, apa yang dilakukannya ini telah sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan RI tentangg refocusing anggaran.

Yakni, penataan anggaran di masa pandemi ini diarahkan untuk penanganan covid-19, pemulihan ekonomi dan jaring pengaman sosial.

“Sumber terbesar PAD di Gianyar terletak di pariwisata dan hampir semua lini perekonomian kita baik itu pertanian, perikanan maupun UMKM juga bersandar pada bidang pariwisata. Begitu ada pandemi semuanya menjadi terganggu dan makin banyak warga yang kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.

Mahayastra melanjutkan bahwa awalnya ia berpikir tidak akan bisa memberi bantuan semuanya, namun menurutnya berkat kerja sama yang baik dari semua pihak seperti kepala desa, kadus, bendesa dan lain-lain yang ikut mendata, akhirnya hari ini semua bantuan bisa disalurkan pada yang berhak. 

Adapun batuan yang diberikan saat ini, terdiri dari 600 ton beras, 28 ton kopi, 28 ton gula, minyak, sabun dan sebagainya, dengan total anggaran Rp 11 miliar.

"Mungkin ini hari yang bersejarah bagi kita semua, kita bisa membantu seluruh warga di Kabupaten Gianyar yang kategori tercecer dan yang berhak mendapat bantuan. Bantuan tidak memandang profesi baik itu petani, nelayan, pedagang, buruh semuanya kita bantu,” tandasnya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved