Polda Bali Gelar Operasi Patuh Agung Mulai 23 Juli 2020, Bakal Tilang Pengendara yang Melanggar Ini
Kegiatan yang akan digelar selama 14 hari secara berturut-turut ini bakal dilaksanakan di seluruh Bali dengan melibatkan Polres jajaran
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Mulai 23 Juli 2020, Ditlantas Polda Bali bakal menggelar operasi Patuh Agung 2020.
Kegiatan yang akan digelar selama 14 hari secara berturut-turut ini bakal dilaksanakan di seluruh Bali dengan melibatkan Polres jajaran.
"Operasi Patuh agung ini merupakan operasi cipta kondisi juga. sesuai dengan tentabtibnya dari Mabes Polri untuk itu. Memang ini program operasi tahunan yang tetap berjalan ini kan sekarang berjalan," kata Kepala Bagian Operasional Ditlantas Polda Bali, AKBP Ida Bagus Jimbaryawan
Selama pelaksanaan operasi patuh agung ini, polisi bakal menyasar atau mengadakan razia di sejumlah titik.
• Update Covid-19 di Bali: Bertambah 88 Pasien Sembuh, Kasus Positif 86 Orang dan Tiga Meninggal
• GoPlay Bersama Citilink Hadirkan Pengalaman Baru dengan Menikmati Hiburan Selama Penerbangan
• Dua Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan di Jalan Tangkuban Perahu Denpasar, Polisi Menduga Karena Ini
Di Denpasar misalnya, operasi bakal di gelar di sejumlah titik yang ada di Kota Denpasar.
Pengendara yang tidak menggunakan helm, melawan arus, tidak membawa surat-surat bakal ditilang.
Pun begitu dengan pengendara di bawah umur juga bakal ditilang oleh aparat kepolisian.
"Kalau masker tidak. Masker bukan diatur oleh undang-undang lalu lintas karena masker kan untuk pencegahan covid-19," kata Jimbaryawan
Selain itu, pengedara yang berpakaian adat juga bakal ditilang jika tidak menggunakan helm.
Jimbaryawan mengharapkan kepada pengendara agar selalu menaati aturan lalu lintas dan aturan berkendara untuk sama-sama menciptakan situasi berkendara yang tertib dan aman
"Yang pakai udeng, sudah dari dulu itu begitu. Jadi ketentuan pakai helm kalau mau perjalanan jauh menggunakan sepeda motor pakaian adat kan sebaiknya pakai helm lebih bagus, udengnya taruh dulu di bagasi. Nanti kalau sudah sampai di tempat sembahyang dipakai lagi. kan bagus gitu. Kepala terhindar dari deburan angin kencang dan debu," ujar Jimbaryawan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/operasi-patuh-di-karangasem2.jpg)