Tantang China, Inggris Kirimkan Kapal Induk HMS Queen Elizabeth ke LCS, Ini Misi Khususnya

Belum reda China dibuat was-was dengan keberadaan armada AL Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, kini Inggris pun memutuskan hal sama

Editor: Ady Sucipto
navyrecognition
Kapal Induk HMS Queen Elizabeth milik AL Kerajaan Inggris akan bergabung dengan AS dan Jepang di Laut China Selatan untuk mengimbangi hegemoni China atas klaim sepihaknya. 

TRIBUN-BALI.COM - Tensi di kawasan Laut China Selatan ke depannya diprediksi akan semakin memanas bahkan berpotensi memicu terjadinya konflik terbuka antara China dengan negara-negara kawasan dan Amerika Serikat (AS).

Belum reda China dibuat was-was dengan keberadaan armada AL Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan (LCS), kini Inggris pun memutuskan hal sama mengirim grup armada angkatan lautnya lengkap dengan kapal induk dan kapal fregate.

Negara Ratu Elizabeth seperti 'menyiratkan' pesan menantang hegemoni China dengan mengirimkan kapal induk baru HMS Queen Elizabeth yang akan bergabung dengan AS, Jepang di Indo-Pasifik. 

Membedah lebih dalam, kapal induk HMS Queen Elizabeth adalah jenis kapal induk teranyar Inggris yang berbobot mati 65.000 ton. 

Kapal induk ini merupakan kapal perang terbesar yang pernah dibangun Inggris bersama HMS Prince of Wales untuk kebutuhan angkatan laut kerajaan.

Kapal induk HMS Prince of Wales juga diharapkan bisa ikut memperkuat angkatan laut Inggris pada 2023.

Mengutip The Australian, kapal induk Queen Elizabeth  dan Princi of Wales masing-masing bernilai 3,1 miliar pound ini atau setara US$ 5,6 miliar.

Kapal Induk Queen Elizabeth diperkirakan akan mengunjungi Timur Jauh, melakukan latihan militer dengan sekutu mereka termasuk AS dan Jepang.

Kapal induk ini memiliki awak sekitar 700 personel.

Namun jumlah itu bisa bertambah hingga 1.600 personel ketika jet tempur dan helikopter dimuat di atas kapal induk ini.

Kapal induk Queen Elizabeth ini akan dikawal dua kapal perusak tipe 45, dua kapal fregat tipe 23, dua kapal tanker, dan beberap helikopter.

Kapal induk ini akan menyelesaikan latihan bersama sekutu pada musim gugur ini tahun depan.

Saat memulai perjalanannya, Queen Elizabeth  akan mengangkut dua skuadron jet tempur siluman F-35B Lighting II, satu dari Amerika Serikat dan satu dari Inggris.

Australia dan Kanada juga dilaporkan akan turut bergabung dalam latihan tersebut.

Marsekal Udara Gerry Mayhew, wakil komandan operasi menyarankan bahwa sekutu menyambut kehadiran militer Inggris yang lebih besar di masa yang akan datang.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved